Baznas Kendal Peringkat 2 Provinsi Jawa Tengah dalam Pemungutan Zakat

- Rabu, 1 Februari 2023 | 20:04 WIB
Peringatan HUT Baznas ke 22 dengan memberikan santunan kepada yatim piatu.  (Edi Prayitno/kontributor Kendal)
Peringatan HUT Baznas ke 22 dengan memberikan santunan kepada yatim piatu. (Edi Prayitno/kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Baznas Kendal menduduki peringat kedua se-Jawa Tengah dalam capaian pemungutan zakat di Kabupaten Kendal. Tahun depan ditargetkan bisa menjadi yang terbaik di Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, pada tahun 2022 ini Baznas Kabupaten Kendal meraih peringkat kedua di Provinsi Jawa Tengah dalam capaian pemungutan zakat di Kabupaten Kendal. Suatu capaian yang sudah dapat diprediksi dengan kinerja dari seluruh UPZ dan perangkat terkait dalam melaksanakan program kerja mereka. Dan Tahun 2023 ini kita target bersama untuk menjadi peringkat pertama di Provinsi Jawa Tengah,” jelas Bupati Kendal, Dico M Ganinduto saat HUT Baznas RI ke- 22 tahun 2023 di Pendopo Tumenggung Bahurekso Rabu 1 Februari 2023.

Bupati Kendal berharap HUT Baznas yang ke-22, agar dapat semakin meningkatkan potensi penerimaan zakat di Kabupaten Kendal setiap tahunnya. Dalam rangka HUT Baznas Ke-22 ini juga diserahkan santunan secara simbolis kepada 200 anak yatim piatu, 200 dhuafa dan 100 santri dan umum yang pada hari ini di khitan massal.

Baca Juga: Kepesertaan KB Pasangan Usia Subur Masih Rendah di Kendal

Sementara Ketua Baznas Kendal, Syamsul Huda menjelaskan, total penerimaan zakat, infaq dan shodaqoh selama tahun 2022 di Kabupaten Kendal saat ini total Rp 10.215.276.338 dengan rincian zakat Rp 9.987.056.161 dan infaq Rp 228.220.117.

Sementara sunatan massal diikuti 100 anak yatim yang dilaksanakan di ruang Abdi Praja Setda Kendal bekerja sama dengan RSUD dokter Soewondo Kendal. Sebelumnya dilakukan pemotongan tumpeng dan pemberian santunan pada peserta sunat berupa tas sekolah peci dan uang.

Suasana yang tadinya hening tiba tiba ada anak yang ketakutan untuk disuntik dengan menangis keras, bahkan ada satu anak yang tidak jadi di sunat karena takut di suntik. Ada yang menangis histeris ketakutan sehingga harus dipegang beberapa orang agar anak tidak berontak.

Baca Juga: Ini Harapan Pedagang dan Warga Soal RTH Alun-alun Kaliwungu

Ada juga yang gagal untuk di sunat padahal kakaknya sudah terlebih dahulu disunat, melihat kakaknya gelisah saat disuntik ketika giliranya menangis histeris keluar ruangan minta pulang. Salah satu peserta sunatan massal Agung Rahmat Suyudi mengaku tidak takut, karena ingin disunat.

“Sudah besar malu teman-teman sudah sunat semua,“ katanya.

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DBHCHT Kendal Tahun 2023 Capai Rp27 Miliar

Minggu, 28 Mei 2023 | 15:14 WIB

Ini Juara Turnamen Basket Dandim 0715 Cup 2023

Sabtu, 27 Mei 2023 | 21:29 WIB
X