Sejumlah Proyek Pembanguan SD Terancam Mangrak di Batang, Ini Respons Bupati Wihaji

- Senin, 17 Januari 2022 | 16:39 WIB
Kondisi SDN Wonosegoro 2 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.    (Foto: Muslihun kontributor Batang.)
Kondisi SDN Wonosegoro 2 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.  (Foto: Muslihun kontributor Batang.)

Pekerjaan kontraktor asal kota Cimahi, Jawa Barat, itu hanya mencapai progres antara 30 persen hingga 35 persen hingga akhir masa kontrak 17 Desember 2021.

Padahal waktu pelaksanaan pekerjaan mencapai 120 hari kalender. Tapi hingga akhir masa kontrak tidak selesai. Nilai kontrak persekolah cukup fantastis.

Rincian proyek lima sekolah tersebut yaitu SDN Depok 2 (Rp 510.548.651), SDN Jambangan 2 (Rp 663.277.074), SDN Pejambon (Rp 531.450.377), SDN Plelen 1 (Rp 528.124.663) dan SDN Wonosegoro 2 (Rp 803.077.867).

Baca Juga: Turun Harga, Ini Spesifikasi Realme 8 Pro yang Layak Dibeli pada 2022

Proyek yang dikerjakan CV Amelia Rahman itu hanya di kisaran 30% hingga 35%.

Lalu satu SDN lagi yaitu SDN Sidomulyo 1 yang akhir kontrak per 27 desember 2021. Dengan progres akhir tahun 61,54% dan sekarang 65%. kontraktor dari Kabupaten Pekalongan. Nilai kontraknya Rp 499.999.998.

Untuk proyek bangunan yang terlambat lainnya adalah SMPN 1 Gringsing dengan nilai kontrak Rp 1.550.050.550 dengan progres 50%. Kontraktornya adalah CV Semani Jaya Kartasura.

Proyek rehabilitasi SDN Wonosegoro 2 di kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, yang terancam mangkrak membuat para orangtua siswa geram. Kondisi bangunan sekolah saat memprihatinkan.

Pantauan di lapangan, tampak 10 ruang kelas, kantin, ruang kantor dan ruang guru dalam kondisi tak beratap.

Tidak ada pintu hingga jendela kelas. Lalu ada bekas plesteran semen di temboknya.

Halaman:

Editor: Vedyana Ardyansah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X