Mbah Jiman, Sosok Lansia Asal Pati Tak Kenal Lelah Dorong Vaksinasi COVID-19

- Kamis, 23 Juni 2022 | 12:13 WIB
Mbah Jiman, relawan PMI dari Kabupaten Pati. (dok)
Mbah Jiman, relawan PMI dari Kabupaten Pati. (dok)


PATI, AYOSEMARANG.COM- Vaksinasi COVID-19 terus digencarkan oleh pemerintah agar pandemi segera berakhir. Palang Merah Indonesia (PMI) adalah salah satu pihak yang paling aktif ambil bagian dalam misi tersebut. Di Kabupaten Pati, PMI bekerja sama dengan Kemitraan Australia Indonesia untuk Ketahanan Kesehatan (AIHSP) dalam mendorong cakupan vaksinasi COVID-19 di wilayah tersebut.

Salah satu tokoh yang punya andil besar dalam misi tersebut adalah Sujiman, seorang lansia, relawan PMI dari Kabupaten Pati. Pria kelahiran tahun 60an ini masih begitu bersemangat mengedukasi dan mengajak warga Pati lainnya untuk mendapatkan vaksin.
Pria yang akrab dipanggil Mbah Jiman ini merupakan warga asli yang tinggal di Desa Winong, Kecamatan Pati. Mbah Jiman telah aktif terjun di dunia kerelawanan PMI sejak tahun 2013.

Alasan utamanya bergabung dengan PMI adalah karena beliau ingin selalu menolong orang lain dan memiliki jiwa kemanusiaan tinggi. Bahkan, ia bercita-cita menjadi relawan hingga tutup usia.

Baca Juga: Fenomena Alam 24 Juni 2022, 5 Planet Sejajar Bisa Dilihat di Jam Ini

Dalam kesehariannya, Mbah Jiman adalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang berprofesi sebagai guru olahraga di SD Negeri 02, Ngarus Pati. Mbah Jiman selalu mencoba menyesuaikan waktu mengajarnya jika di waktu yang bersamaan ada agenda kerelawanan yang harus ia jalankan. Mbah Jiman juga sempat memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah karena sudah melakukan donor darah sebanyak 79 kali, dan kebiasaan itu masih terus berlanjut hingga saat ini.

Tak hanya berprofesi sebagai guru dan relawan PMI, Mbah Jiman juga aktif di berbagai organisasi. Ia duduk sebagai pengurus Pramuka di Kwarcab Winong, anggota Perlindungan Masyarakat (linmas) Winong, dan anggota Pemuda Pancasila Pati. Eksistensinya di banyak organisasi membuat dirinya menjadi sangat terkenal di area Pati. Baginya, organisasi bisa memperluas jejaring, menambah teman, dan menjadi sarana hiburan bagi dirinya.

Sebagaimana adanya, Mbah Jiman dikenal teman-teman relawan sebagai sosok yang sangat energik, murah senyum, ramah, dan berdedikasi tinggi. “Bagi saya, menolong orang adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya bahagia bisa membantu orang lain, dan orang lain jadi berbahagia karena kita. Jadi ya walaupun harus berkorban waktu, tenaga, pikiran, bahkan uang, saya tetap enjoy dalam menjalaninya,” tuturnya.

Mbah Jiman membuktikan bahwa usia hanyalah sebuah angka. Tidak ada hubunganya dengan besar kecilnya kontribusi yang mampu diberikan. Menurutnya, jika seseorang memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi, profesi apa pun yang dijalani, tidak akan menjadi halangan untuk
saling menolong.

Selama pandemi COVID-19 berlangsung, pemerintah daerah Pati membuat strategi agar semakin cepat dan banyak warganya yang mau divaksinasi. Diantaranya adalah program vaksinasi door to door, pemberian insentif berupa sembako untuk mereka yang bersedia divaksin, menyertakan wajib vaksin COVID-19 sebagai syarat untuk menikah, serta sejumlah ketentuan administratif lainnya guna mendorong warga Pati untuk segera melakukan vaksinasi.

Mbah Jiman pun, bersama-sama PMI, mengambil peran aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi. Mbah Jiman dipercaya untuk merambah 5 kecamatan dan ia melakukannya secara door to door, bahkan melayani antar-jemput peserta vaksin dari rumah mereka menuju sentra vaksinasi.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BRIN Gelar Bimtek Kekayaan Intelektual di Batang

Kamis, 11 Agustus 2022 | 14:39 WIB
X