Rapimnas APTI Dukung Pemimpin Pro Petani Tembakau Jadi Capres

- Jumat, 1 Juli 2022 | 08:35 WIB
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar rapat pimpinan Nasional di Semarang 27-28 Juni 2022. (Istimewa)
Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar rapat pimpinan Nasional di Semarang 27-28 Juni 2022. (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM- Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menggelar rapat pimpinan Nasional di Semarang 27-28 Juni 2022. Satu diantara hasil Rapimnas, APTI menyatakan mendukung pemimpin pro petani tembakau untuk memimpin Indonesia pada 2024 mendatang.

Ketua Umum APTI Agus Parmuji menyatakan, kesepakatan itu diambil karena peran pemimpin sangat besar dalam penentuan nasib enam juta petani tembakau di 15 provinsi.

"Hanya pemimpin yang mengerti permasalahan tembakau yang dapat melindungi dan memperjuangkan petani dalam regulasi dan kebijakannya," katanya, Jumat 1 Juli 2022.

Agus memberi contoh bagaimana sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sepak terjangnya sangat dirasakan petani tembakau Jateng.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Beli Pertalite Wajib Pakai MyPertamina, Cara Daftar di Sini

"Kami di Jawa Tengah, sudah merasakan betul efek dari kepemimpinan yang ngayomi petani tembakau. Pak Ganjar, sejak pertama kali menjabat gubernur, selalu mau turun saat wiwit tandur hingga nanti panen," ungkapnya.

Selain sebagai bentuk perhatian, hal itu merupakan dukungan dan suntikan semangat kepada para petani di sentra-sentra penghasil tembakau di Jateng. Lain dari hal itu, Ganjar menurut Agus juga konsen agar Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) benar-benar dirasa manfaatnya oleh petani tembakau.

"Maka dari itu, sejak awal menjabat, kami nobatkan beliau sebagai Senopati Tembakau Jawa Tengah, sampai saat ini," ungkapnya.

Kebijakan itu menurut Agus banyak menguntungkan petani tembakau Jateng. DBHCHT yang dikembalikan ke petani, digunakan lagi untuk dapat meningkatkan kualitas panenan. Bentuknya seperti sarana prasarana dasar di antaranya pupuk, alat rajang dan kendaraan roda tiga. Hal itu akan mengatrol harga daun tembakau.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X