Gawat! 661 Balita di Kacamatan Batang Kategori Stunting

- Kamis, 4 Agustus 2022 | 17:29 WIB
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman didampingi Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyerahkan pemeberian makanan tambahan (PMT) kepada warga Desa Denasri Kulun, Kamis 4 Agustus 2022.  (Muslihun kontributor Batang)
Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman didampingi Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menyerahkan pemeberian makanan tambahan (PMT) kepada warga Desa Denasri Kulun, Kamis 4 Agustus 2022. (Muslihun kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Angka kasus stunting di Kabupaten Batang sepertinya bagaikan fenomena gunung es

Pasalnya, dari data dinas kesehatan di wilayah Kecamatan Batang saja tercatat pada 3 Agustus 2022 sudah mencapai 11 persen. Di mana dari sekitar 5.783 balita, ada 661 balita yang masuk kategori stunting

"Angka Stunting di Kecamatan Batang ini cukup tinggi. Karena lebih dari 600. Oleh karena itu, harus ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara rutin. Meskipun Pemkab memberikan PMT, masyarakat juga harus diusahakan secara mandiri. Karena makanan yang sehat itu tidak harus mahal," ujar PJ Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki usai pelaksanaan monitoring stunting di Kecamatan Batang yang digelar di Balai Desa Denasri Kulon, Kamis 4 Agustus 2022. 

Baca Juga: Desainer Denny Wirawan Tambah Wawasan Fashion Para Pelajar SMK di Kudus

Ia pun berharap, para balita yang masuk kategori stunting untuk dipantau lebih lanjut. Baik dari segi gizi, pola makan, pola asuh, sanitasi, dan pentingnya gerakan Open Defication Free (ODF). 

"Di tingkat kabupaten juga kami sudah membentuk tim percepatan penanganan stunting. Kami harapkan tim efektif bisa melaksanakan tugasnya. Sehingga bisa menurunkan angka stunting. Biar di tahun 2024 kita bisa bebas stunting," harapnya. 

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman yang hadir dalam kegiatan itu mengungkapkan, sesuai instruksi kepala staf angkatan darat mendukung penurunan stunting di tingkat kabupaten. 

Baca Juga: 10 Tahun Lahan Pertanian Sawah di Batang Hilang 6 ribu Hektar, Kok Bisa?

Berbagai upaya juga sudah dilakukan bersama Persit Kodim 0736 Batang intens menyosialisasikan dan edukasi terkait stunting ke masyarakat. Selain itu pihaknya juga akan membantu dalam program PMT. 

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Renungan Ulang Janji Pramuka di Lapas Kelas IIB Batang

Minggu, 14 Agustus 2022 | 20:25 WIB

Pemkab Batang Gelar Program Pemutihan Denda Pajak PBB

Minggu, 14 Agustus 2022 | 18:48 WIB
X