Adakah Perbedaan Antara Solo dan Surakarta?

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 14:22 WIB
Keraton Solo (Instagram / Fikri Mustofa)
Keraton Solo (Instagram / Fikri Mustofa)

AYOSEMARANG.COM - Siapa yang tidak mengenal Kota Solo, Kota ini terkenal sebagai ibu kota budaya Jawa Tengah yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada berbagai destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi.

Ingin wisata sejarah? Keraton Surakarta-Hadiningrad merupakan daya tarik budaya, belum lagi Batik Solo yang terkenal dan menawan. Jika Anda berkunjung ke Solo jangan lupa untuk berwisata kuliner juga, karena Solo memiliki begitu banyak kuliner unik untuk dicicipi.

Di kota berpenduduk sekitar 578.906 orang ini, banyak orang yang sering bingung pengucapannya. Menurut kalian mana yang benar Solo atau Surakarta, sebenarnya apa sih perbedaan dari kedua nama tersebut? Sejarah Nama Solo dan Surakarta.

Baca Juga: Lirik Lagu Syukur Karya Muhammad Husein bin Salim Al-Muthahar

Sejarah berdirinya Keraton Surakarta tidak terlepas dari Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan Islam Mataram beberapa kali pindah ibu kota, salah satunya ke Kartasurra.

Namun, pada tahun 1743, terjadi Peristiwa Geger Pecinan dan Istana Cartasura hancur. Oleh karena itu, Raja Pakubuwono II yang mengelola Keraton Karta Surah memindahkan keraton tersebut ke Desa Sala.

Nama Surakarta mulai digunakan dengan berdirinya Keraton Surakarta ketika terjadi peristiwa pemindahan Keraton Kartasurra ke desa Sala sebagai kelanjutan dari monarki Kartasurra. Nama Surakarta berasal dari kata Jawa sura, sura berarti keberanian dan karta berarti kesempurnaan. Nama kota ini juga dikaitkan dengan plesetan Karta Surra, bekas istana yang dipindahkan ke desa Sara. Hanya memutar nama.

Baca Juga: Ini 6 Manfaat Minyak Kayu Putih, Meredakan Sakit Kepala hingga Atasi Kram

Pengalihan Keraton Surakarta ke Desa Sala pada tanggal 17 Februari 1745 juga merupakan hari jadi kota Surakarta yang berlangsung setiap tanggal 17 Februari.

Nama "Solo" berasal dari pengucapan orang Eropa kolonial. Mereka tidak bisa mengucapkan "sara" dengan benar, sehingga pengucapannya berubah dari "sara" menjadi "solo".

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Era Digitalisasi, Sikap Kebangsaan Rentan Luntur

Kamis, 22 September 2022 | 10:26 WIB
X