Dikenai Sanksi Demosi, Empat Bawahan Ferdy Sambo Ini Harus Jalani Pembinaan Mental, Siapa Saja Mereka?

- Senin, 26 September 2022 | 12:49 WIB
Dalam kasus Ferdy Sambo terdapat empat orang yang melanggar etik dimana mereka adalah bawahan Sambo dimana harus mengikuti pembinaan mental diperlukan untuk memulihkan etika mereka. ( (tempo.co))
Dalam kasus Ferdy Sambo terdapat empat orang yang melanggar etik dimana mereka adalah bawahan Sambo dimana harus mengikuti pembinaan mental diperlukan untuk memulihkan etika mereka. ( (tempo.co))

AYOSEMARANG.COM -– Kabar terkini dalam pusaran kasus Ferdy Sambo yakni terkait empat bawahan Ferdy Sambo yang diwajibkan menjalani pembinaan mental kepribadian, kewajiban, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan.

Diketahui empat orang tersebut merupakan eks anggota Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) dan sekaligus bawahan Ferdy Sambo saat sebelum menjadi tersangka pembunuhan. 

Hukuman itu diberikan sebab mereka terbukti melanggar etik terkait penanganan kasus Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo.

Diketahui, kepala Divisi Humas Polri yakni Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan keempat mantan anggota Propam Polri tersebut terbukti melakukan pelanggaran, maka dari itu pembinaan mental diperlukan untuk memulihkan etikanya.

“Karena terbukti melakukan pelanggaran, pelanggaran dilakukan sebagian besar pelanggaran etika,” ujar Dedi yang dikutip tim Ayo semarang dari berbagai sumber.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Ngaku Pernah Didekati Ferdy sambo, Ditawari Hal Busuk Ini

Keempat mantan anggota Div Propam Polri itu, terdiri dari Briptu Sigid Mukti Hanggono mantan Kanit Den A Ropaminal Divpropam, Iptu Januar Arifin mantan Pemain Den A Ropaminal Divpropam, Briptu AKP Idham Fadilah mantan Panit II Unit III Den A Ropaminal Divpropam, dan Iptu Hardista Pramana Tampubolon mantan Panit I Unit 1 Den A Ropaminal Divpropam.

Keempat orang itu pun dikenai sanksi demosi. Sanksi mutasi bersifat demosi itu selama satu tahun.

Tetapi, kecuali Iptu Januar Arifin dikenai sanksi demosi selama dua tahun. Keempatnya telah dimutasi ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri pada 22 Agustus silam.

Halaman:

Editor: Wahyu Vitaarum

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X