Eksepsi Terdakwa Kasus Dugaan Tagihan Fiktif Pelabuhan PLTU Batang Ditolak Kejari Kota Pekalongan

- Rabu, 28 September 2022 | 19:23 WIB
Humas PN Pekalongan Fatria Gunawan. (AyoSemarang/ Muslihun - Kontributor Batang)
Humas PN Pekalongan Fatria Gunawan. (AyoSemarang/ Muslihun - Kontributor Batang)

PEKALONGAN, AYOSEMARANG.COM -- Sidang dugaan kasus tagihan fiktif Pelabuhan PLTU Batang di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan dengan terdakwa Rosi Yunita dengan agenda tanggapan eksepsi, ditolak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pekalongan.

JPU Kejari Kota Pekalongan, Diah Purnamaningsih, SH mengatakan, tudingan dalam eksepsinya itu disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa Rosi Yunita yang bernama Angga Setiawan, dan menyatakan dalam menyusun dakwaannya kabur hingga kesalahan kewenangan berperkara.
 
"Kami menolak semua eksepsi dari penasihat hukum terdakwa karena sudah memasuki materi pokok perkara yang nanti akan kami buktikan di persidangan," kata Diah saat ditemui di kantornya pada Rabu, 28 September 2022 sore.

Baca Juga: UTBK MAN Insan Cendekia Pekalongan Peringat II Nasional, Menag: Minta Akomodir Anak Difabel dan Kurang Mampu
 
Ia menjabarkan bahwa eksepsi penasihat hukum tidak sesuai dengan pasal 154 dan 156 KUH Pidana. Dua pasal itu mengatur hal-hal yang jadi kewenangan eksepsi.
 
"Sementara eksepsi penasihat hukum terdakwa itu banyak yang tidak sesuai. Sudah masuk pokok perkara," jelasnya.
 
Diah menyatakan kewenangan berperkara di PN Pekalongan sesuai pasal 85 KUH Pidana. Di dalamnya menyebut pengadilan yang berwenang mengadili itu, tempat di mana tindak pidana terjadi.

Baca Juga: Eks Polwil Pekalongan Ungkap 53 Kasus Pencurian Kendaraan, Barang Bukti Dikembalikan ke Pemilik
 
Lalu, tempat di mana terdakwa bertempat tinggal, kemudian tempat di mana sebagian besar saksinya berada. Semua unsur itu terpenuhi.
 
"Si Rosi itu tinggal di Pekalongan, kemudian saksi-saksinya banyak yang di Pekalongan," tuturnya.
 
Hal lain yang terungkap dalam eksepsi antara lain terdakwa tidak melakukan hal itu sendirian, itu sudah masuk pokok perkara.

Baca Juga: Harga BBM Naik, KCU Pos Pekalongan Salurkan Bantuan Sosial Tunai BBM dan Minyak Goreng Rp500 ribu
 
"Saat eksepsi dia mengatakan seharusnya tidak sendirian. Itulah garis-garis besarnya," ucapnya.
 
Humas PN Pekalongan, Fatria Gunawan, membenarkan JPU menolak seluruh eksepsi penasihat terdakwa. Namun, untuk pengakuan bahwa terdakwa menyebut pihak lain, tidak masuk materi eksepsi.
 
Ia mengatakan hal itu sudah masuk pokok perkara. Pihaknya menyatakan, Rosi bisa menyampaikan hal itu di sidang pemeriksaan terdakwa.***

Editor: Rahma Rizky Wardani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X