Baru Bebas Penjara, Mantan Kades Kelibeluk Warungasem Batang Kembali Masuk Bui karena Korupsi

- Rabu, 23 November 2022 | 20:01 WIB
Mantan Kedes Kalibeluk Warungasem digelandang ke mobil tahanan Kejari Batang.  (Muslihun kontributor Batang)
Mantan Kedes Kalibeluk Warungasem digelandang ke mobil tahanan Kejari Batang. (Muslihun kontributor Batang)

BATANG, AYOSEMARANG.COM - Baru menghirup udara bebas dari hukuman penjara dengan kasus penipuan, mantan Kepala Desa Kalibeluk, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang berinisial MK kembali masuk bui Lapas Kelas II Rowobelang Batang untuk perkara yang berbeda.

MK ditahan dan ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang karena kasus dugaan korupsi pembelian tanah pengganti kas Desa Kalibeluk yang terkena proyek pembangunan Jalan Tol tahun 2017 dan Interchange Kota Pekalongan tahun 2018.
 
“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan hasil gelar perkara (23/11/2022) Penyidik Kejari Batang menetapkan tersangka MK selaku Kepala Desa Kalibeluk periode 2016-2022,” kata Kepala Kejari Batang Mukharom, Rabu 23 November 2022.

Baca Juga: Korupsi BUMDes, Mantan Kades Siberuk Tulis Batang Dituntut 1,6 Tahun
 
Kajari juga menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Batang, tim penyidik Kejaksaan temukan kerugian Negara sebesar Rp658.558.000.
 
“Kami menyangkakan kepada tersangka Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang  Pemberantasan Tipikor, dan ditambah dengan Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang  Perubahan atas Undang-undang Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang  Pemberantasan tipikor dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun penjara,” katanya.
 
Adapun modus tindak pidana korupsi yang dilakukan tersangka MK, di tahun 2016 Pemerintah Desa Kalibeluk mendapat dana tukar menukar tanah kas desa sebesar Rp. 63.127.680 dari Badan Layanan Umum – Badan Pengatur Jalan Tol (BLU-BPJT) Kementerian PUPR untuk tanah Bengkok Polisi Desa seluas 75 m2, yang terkena proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang.

Baca Juga: Banyak Kades Terjerat Korupsi, Ini Arahan Tegas Pj Bupati Batang pada Kades Baru

Lalu, tahun 2016 Pemerintah Desa Kalibeluk mendapat dana tukar menukar tanah kas desa sebesar Rp. 589.588.000 dari BUJT dalam hal ini PT Pemalang Batang Tol Road/PT PBTR untuk tanah Bengkok Kadus I (Sicatur Timur) seluas 1.147 m2 yang terkena proyek pembangunan jalan tol Batang-Semarang.

Kemudian tahun 2018 Pemerintah Desa Kalibeluk mendapat dana tukar menukar tanah kas desa sebesar Rp. 584.315.000 dari Pemerintah Kota Pekalongan untuk tanah kas desa seluas 408 m2 yang terkena proyek pembangunan Interchange Jalan Tol.

“Tersangka MK pada tahun 2017 dan tahun 2018 memproses pembelian pengganti tanah kas desa tanpa melibatkan Panitia TM TKD (Tukar Menukar Tanah Kas Desa), Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan maksud dan tujuan untuk memperoleh keuntungan secara pribadi dengan cara membuat kwitansi fiktif seolah-olah nilai pembelian tanah sesuai atau sama dengan nilai pengadaan tanah dan operasional pengadaan tanah, padahal terdapat selisih nilai yang mana selisih uang tersebut diambil dan dinikmati oleh tersangka MK secara pribadi,” tukas Mukharom.

Baca Juga: Diduga Terlibat Pembunuhan Iwan Budi Paulus, 2 TNI Terseret Kasus Korupsi Ini

Untuk diketahui, sebelumnya tersangka MK tahun 2020 pernah dihukum karena melakukan tindak pidana Penipuan dan dijatuhi hukum pidana penjara selama 2,8 tahun danbdiberhentikan sebagai Kepala Desa Kalibeluk.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sejumlah Pejabat Utama Kodam IV/Diponegoro Dirotasi

Rabu, 25 Januari 2023 | 15:00 WIB
X