Pemerintah Cabut Puluhan Ribu Peserta Penerima Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

- Selasa, 30 November 2021 | 07:05 WIB
Ilustrasi. Pencabutan Kartu Prakerja dari 11 gelombang. (istimewa)
Ilustrasi. Pencabutan Kartu Prakerja dari 11 gelombang. (istimewa)

 

SEMARANG SELATAN, YAOSEMARANG.COM -- Sebanyak 86.878 peserta dari 11 gelombang penerima Kartu Prakerja dicabut hingga akhir November 2021.

Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan catatan pencabutan Kartu Prakerja dari 11 gelombangpada 2020 yang mencapai 478.619 orang.

Kebijakan pencabutan Kartu Prakerja tercantum dalam pasal 20 ayat 2 dan 3 pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No 11/2020 menyebut bahwa penerima Kartu Prakerja wajib memilih pelatihan pertama tidak lebih dari 30 hari sejak mendapatkan pemberitahuan penetapan sebagai Penerima Kartu Prakerja dari Manajemen Pelaksana. Dalam hal penerima Kartu Prakerja tidak melakukan pemilihan Pelatihan dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penerima Kartu Prakerja dicabut kepesertaannya.

Baca Juga: Insentif Kartu Prakerja Gelombang 22 Cepat Cair, Segera Beli Pelatihan Prakerja

“Kami bersyukur, pada tahun ini jumlah kepesertaan penerima Kartu Prakerja dicabut karena tak kunjung mengikuti pelatihan pertama turun drastis, hingga 81 persen,” ujar Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari, Senin 29 November 2021.

Denni mengingatkan, khusus Kartu Prakerja Gelombang 22, hari terakhir untuk membeli pelatihan kartu prakerja jatuh pada 30 November 2021.

“Kami mengingatkan Sobat Prakerja, khususnya peserta Gelombang 22, bahwa batas pembelian pelatihan Kartu Prakerja untuk menghabiskan saldo pelatihan ada pada 30 November 2021 dan batas penyelesaian pelatihan pertama Kartu Prakerja pada 4 Desember 2021,” lanjutnya.

Baca Juga: KARTU PRAKERJA GELOMBANG 23 Kapan Dibuka? Ketahui Link hingga Cara Daftarnya

Denni Purbasari menekankan, Kartu Prakerja memang berbeda dengan program pemerintah lain di masa pandemi, termasuk pada bantuan-bantuan sosial lainnya. Selain 100% digital, Program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan angkatan kerja Indonesia ini punya karakteristik khusus yakni sifatnya ‘cash plus’.

Halaman:

Editor: adib auliawan herlambang

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Rekomendasi Item NFT yang Berpeluang Laku Keras

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:29 WIB

Harga Emas Antam 18 Januari 2022 Naik Rp2.000 per Gram

Selasa, 18 Januari 2022 | 11:03 WIB
X