Serangan Jantung Sering Terjadi pada Pagi Hari, Ini Penjelasannya

- Selasa, 18 Februari 2020 | 08:34 WIB
Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM -- Serangan jantung menjadi salah satu penyebab kematian yang paling ditakuti. Serangan jantung lebih sering terjadi pada dini hari, antara jam satu hingga 5 pagi. 

Tak hanya itu saja, penelitian juga menunjukkan serangan jantung pagi cenderung lebih parah daripada yang terjadi di waktu lain.

Seperti dilansir Foxnews, berdasarkan penelitian yang terbit di jurnal Nature pada 2015, peneliti telah mengidentifikasi hubungan antara ritme sirkardian dan peningkatan serangan jantung di pagi hari.

AYO BACA : Ashraf Sinclair Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung

Para ahli mengatakan jenis serangan jantung yang cenderung terjadi di pagi hari disebut fibrilasi ventrikel. Ini disebabkan oleh detak jantung yang cepat dan tidak teratur (bukan serangan jantung karena detak jantung yang melambat).

Penelitian, yang dilakukan pada tikus, menemukan peristiwa pada tingkat molekuler yang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur yang lebih cepat ini.

Tingkat protein yang disebut KLF15 bervariasi sepanjang hari, mengikuti jejak jam sirkardian, yang mengatur hormon dalam tubuh. Protein KLF15 ini memiliki peran dalam regulasi aktivitas kelistrikan jantung.

AYO BACA : Minta Dijauhkan dari Virus Korona, Warga Yerusalem Gelar Doa di Tembok Barat

Studi ini menemukan, level KLF15 yang terlalu rendah atau terlalu tinggi memicu serangkaian kejadian yang mengubah arus kalium, yang dapat memengaruhi waktu pemulihan listrik ke sel otot jantung.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Pengguna Twitter Kini Bisa Tandai Tweet Hoaks

Kamis, 20 Januari 2022 | 06:20 WIB

Bintang Aquaman, Jason Momoa Cerai dengan Lisa Bonet!

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:22 WIB

Komedian Bob Saget Meninggal Dunia di Kamar Hotel

Senin, 10 Januari 2022 | 11:25 WIB
X