BPOM AS Laporkan Kasus Peradangan Jantung Akibat Suntikan Vaksin Pfizer dan Moderna

- Kamis, 24 Juni 2021 | 15:22 WIB
[ilustrasi] BPOM AS laporkan kasus peradangan jantung akibat suntikan vaksin Pfizer dan Moderna
[ilustrasi] BPOM AS laporkan kasus peradangan jantung akibat suntikan vaksin Pfizer dan Moderna

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menginformasikan tentang adanya peringatan kasus peradangan jantung pada remaja dan orang dewasa muda untuk vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna Covid-19. Namun, BPOM menyampaikan bahwa kasus tersebut jarang terjadi.

Kelompok penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, bertemu untuk membahas kasus-kasus yang dilaporkan terkait kondisi jantung setelah vaksinasi. Mereka mengatakan bahwa peradangan pada remaja dan orang dewasa dengan usia muda kemungkinan terkait dengan vaksin.

AYO BACA : Wajib Waspada! Varian Delta Bermutasi Jadi Delta Plus, Disebut Bisa Lebih Menular

Di lain sisi, para penasihat tersebut menegaskan suntikan vaksin Pfizer dan Moderna lebih mendatangkan banyak manfaat daripada risikonya. Kabar ini sempat membuat saham Moderna ditutup karena anjlok sebesar 4,2 persen dan Pfizer turun sebanyak 1,4 persen.

Regulator kesehatan di beberapa negara telah menyelidiki apakah suntikan Pfizer/BioNTech dan Moderna yang menggunakan teknologi mRNA dapat menimbulkan risiko. Jika benar, mereka juga akan meneliti seberapa serius risiko yang akan muncul.

AYO BACA : Awas! Virus Corona Varian Delta Banyak Infeksi Pasien Usia 18 Tahun dan Anak

CDC mengatakan bahwa pasien dengan peradangan jantung setelah vaksinasi umumnya pulih dari gejala dan berhasil sembuh. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, yang tergabung dengan kelompok dokter terkemuka AS dan pejabat kesehatan masyarakat, mengeluarkan pernyataan yang menggarisbawahi bahwa vaksin tersebut aman dan efektif, serta efek samping jantung sangat jarang ditemukan.

"Kami sangat menganjurkan semua orang berusia 12 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk menerima vaksin di bawah Izin Penggunaan Darurat agar divaksinasi," kata CDC AS dalam pernyataan yang dilansir dari france24.com, Kamis 24 Juni 2021.

CDC melaporkan, kasus peradangan jantung lebih tinggi terjadi pada pria berusia antara 12 dan 24 tahun. Ini terjadi ketika mereka menerima dosis vaksin kedua.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Pengguna Twitter Kini Bisa Tandai Tweet Hoaks

Kamis, 20 Januari 2022 | 06:20 WIB

Bintang Aquaman, Jason Momoa Cerai dengan Lisa Bonet!

Kamis, 13 Januari 2022 | 10:22 WIB

Komedian Bob Saget Meninggal Dunia di Kamar Hotel

Senin, 10 Januari 2022 | 11:25 WIB
X