Teten Masduki Dorong UMKM Tembus Pasar Internasional

- Jumat, 24 Januari 2020 | 16:43 WIB
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki saat mengunjungi PT Terryham Proplas Indonesia di Kaliwungu Jumat (24/1/2020) didampingi Direktur Syamsunar. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki saat mengunjungi PT Terryham Proplas Indonesia di Kaliwungu Jumat (24/1/2020) didampingi Direktur Syamsunar. (Edi Prayitno/Kontributor Kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -– Potensi Jawa Tengah untuk meningkatkan daya saing di bidang UMKM cukup tinggi, bahkan produk dari usaha kecil ini sudah bisa bersaing di pasar internasional. Presiden Indonesia sendiri sudah mendorong sejumlah UMKM untuk masuk ke pasar internasional dengan pemenuhan kualitas standar yang lebih baik.

“Terkait permasalahan UMKM yang siap ekspor, ada beberapa yang perlu diperhatikan pengusaha UMKM. Di antaranya  mampu berkreasi kepada produk, bukan mempertahankan originalitas, baik itu dalam rasa maupun warna,” terang Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki saat berkunjung ke PT Terryham Proplas Indonesia, Jumat (24/1/2020) siang.

Dikatakan meski keterbatasan pengusaha kecil dalam memahami dokumen yang harus dipersiapkan perlu dikurangi sehingga produk tersebut bisa menembus pasar internasional. Menteri yang melihat langsung pabrik UPVC ini mengapresiasi  produk industri dalam negeri ini, pasalnya bisa menjadi alternatif produk bahan bangunan pengganti kayu yang semakin langka.

“Selain memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang di dalam negeri, saya melihat Kends UPVC ini juga berpeluang melakukan ekspor karena sudah memiliki TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri hingga 76 persen. Pesaingnya pun belum banyak dari negara produsen UPVC seperti Jerman dan China,” imbuhnya yang didampingi Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar.

AYO BACA : Razia PKL, Satpol PP Tertibkan Markas Togel di Terboyo

Sementara dalam kunjungan ke Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal, Teten Masduki menyebut jika ingin masuk dalam Pasar Internasional harus mengutamakan kualitas barang.

Lebih lanjut pihaknya menyebut, teknologi harus dapat disetarakan. Melalui hal itu Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Kendal  yang diduking dengan peralatan modern dinilai mampu untuk menjadi peningkatan kualitas produksi Furnitur.

“Jika ingin bersaing dengan produk luar negeri,klita harus masuk ke teknologi yang tinggi dan setelah saya lihat Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu yang ada di Kendal ini mampu untuk memenuhi persyaratan itu semua, agar menjadi bagian dalam peningkatan kualitas dan Sumber Daya Manusia,” terangnya.

Adapun terdapat gagasan jika Menteri Koperasi dan UKM akan membentuk satu rumah Produksi di Jawa Tengah, hal tersebut  karena Jawa Tengah dinilai berpotensi tinggi bagi pelaku UKM, bahkan Jateng masuk dalam kategori daerah Central pengembangan UKM dengan beberapa daerah yang dinilai memiliki potensi seperti Solo, Sukoharjo, Jepara, Jogja dan Kendal.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Prioritas Desa Surokonto Wetan Kendal Tahun 2023

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:55 WIB

Pesan Kapolres kepada Bintara Remaja Polres Kendal

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:31 WIB

Sekolah di Kendal Mulai Jajaki Kurikulum Prototipe

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:16 WIB

Sosialisasi Program BP Jamsostek Lewat Ahli Waris

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:15 WIB

Aset Texmaco Grup di Kaliwungu Kendal Disita Negara

Kamis, 20 Januari 2022 | 14:20 WIB

Kodim 0715 Kendal Gelar Program Vaksinasi Anak

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:25 WIB
X