Santri Harus Jadi Motor Penggerak dan Benteng Kebhinekaan

- Sabtu, 21 November 2020 | 10:47 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mujib Rohmat bersama pengasuh Ponpes Darul Muqqorobin saat sosialiasi empat pilar. (edi prayitno/kontributor kendal)
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Mujib Rohmat bersama pengasuh Ponpes Darul Muqqorobin saat sosialiasi empat pilar. (edi prayitno/kontributor kendal)

KENDAL, AYOSEMARANG.COM -- Keberagaman menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan. Untuk itulah perlu dipekuat penjaga keberagaman bangsa agar tetap terjaga dengan baik. 

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mujib Rohmat, mengajak kepada para santri untuk menjadi motor penggerak dan benteng kebhinekaan Indonesia.

AYO BACA : 32 Pondok Pesantren di Indonesia Jadi Klaster Covid 19

Menurut Mujib, bangsa ini bisa tegak berdiri semenjak era perang kemerdekaan hingga sekarang dan terjaga kebhinekaanya karena salah satunya peran kaum Islam atau santri yang selalu menjaga keharmonisan dalam kehidupan sehari- hari.

Hal tersebut menunjukan betapa besar peran santri bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.  

AYO BACA : Google Maps Punya 3 Fitur Baru, Salah Satunya Mirip Aplikasi Ojek Online

"Para santri adalah salah satu penjaga kebhinekaan Indonesia. Dimulai semenjak perang kemerdekaan dimana peran santri dalam perjaungan kemerdekaan Indonesia, sehingga santri mempunyai kewajiban untuk menjaga kebhinekaan Indonesia agar bangsa ini tetap lestari," jelas Mujib Rohmat saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kepada ratusan guru, santri  dan pengasuh Ponpes Darul Muqqorrobin.

Anggota Banggar MPR RI ini  mengatakan bahwa walaupun tantangan kebangsaan muncul akhir- akhir ini seperti melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, de-moralisasi generasi milenial bangsa, memudarnya identitas dan karakteristik bangsa dll,  namun dengan peran santri dalam menjaga kebhinekaan, maka tantangan-tantangan kebangsaan tersebut akan diatasi.

“Saya optimis, tantangan kebangsaan Indonesia akhir-akhir ini seperti melemahnya toleransi dan tenggang rasa serta munculnya primordialisme bisa datasi dengan peran serta santri dalam menjaga kebhinekaan Indonesia”, tutup Mujib Rohmat.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X