Jokowi Sebut Warga Mudik Lantaran Penghasilan Turun Drastis

- Senin, 30 Maret 2020 | 13:27 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan sungkem kepada ibunda Sudjiatmi Notomiharjo di Jakarta sebelum mendaftarkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 ke KPU. (Twitter/@jokowi)
Presiden Joko Widodo melakukan sungkem kepada ibunda Sudjiatmi Notomiharjo di Jakarta sebelum mendaftarkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 ke KPU. (Twitter/@jokowi)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-- Merebaknya virus korona atau covid-19 mendesak warga untuk mudik massal dadakan. Para perantau di kawasan Jabodetabek lebih memilih kembali ke kampung halamannya lantaran penghasilannya turun drastis.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat terbatas tentang antisipasi mudik lebaran pada Senin (30/3/2020).

Jokowi menyebut, fenomena mudik bergeser dari faktor budaya menjadi faktor keterpaksaan.

AYO BACA : Bandung Kaji Rencana Lockdown, Wali Kota: Dilihat dari Sisi Sebaran

Saya lihat arus mudik dipercepat bukan karena faktor budaya tapi terpaksa. Banyak pekerja informal di Jabodetabek terpaksa pulang kampung karena penghasilannya menurun sangat drastis atau bahkan hilang, kata Jokowi dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube Sekretariat Presiden.

Untuk itu, Jokowi meminta agar program social safety net alias jaring pengaman sosial segera dipercepat. Hal itu dilakukan agar para pekerja harian maupun pelaku UMKM diberikan perlindungan sosial pada sektor informal.

Karena itu saya minta percepatan program sosial safety net, jaring pengaman sosial yang mebmerikan perlindungan sosial di sektor informal dan para pekerja harian maupun program insentif ekonomi bagi usaha mikro usaha kecil betul-betul segera dilaksanakan di lapangan, kata dia.

AYO BACA : [Kartun Gag] Gatotkaca Kenakan Masker Waspadai Korona

Sehingga para pekerja informal, buruh harian, asongan semua bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, sambungnya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Telepon PM Kamboja, Jokowi Bicara Persoalan Myanmar

Sabtu, 22 Januari 2022 | 20:57 WIB
X