Anak Rentan Kecanduan Gadget Selama Masa Karantina

- Kamis, 7 Mei 2020 | 07:09 WIB
Ilustrasi anak kecanduan gadget (istimewa)
Ilustrasi anak kecanduan gadget (istimewa)

BANDUNG, AYOSEMARANG.COM -- Kecanduan gadget merupakan salah satu dampak dari karantina berkepanjangan yang rentan terjadi pada anak. Pasalnya, kondisi ini membuat aktivitas fisik anak menjadi terbatas, dan gadget merupakan salah satu opsi yang bisa diberikan orang tua sebagai sarana hiburan bagi anak-anak.

Psikolog dan Praktisi Brainspotting Pamela Anggia Dewi membagikan sejumlah kiat untuk para orang tua, agar si anak terhindar dari kecanduan gadget selama masa karantina dan social distancing berlangsung,

Pamela menuturkan, anak-anak dengan rentang pendidikan dari Paud sampai kelas 4 SD, masih sangat membutuhkan pendampingan dalam hal penggunaan gadget, baik itu sebagai sarana hiburan maupun pendidikan.

Orang tua pun harus pintar menyeleksi tontonan atau aplikasi apa yang bisa anak akses di dalam gadget. Menurut Pamela, sudah banyak hal-hal positif di dalam gadget yang bisa membantu tumbuh kembang anak, seperti buku cerita anak, museum virtual, lagu-lagu anak, juga aktivitas fisik anak seperti olahraga dan yoga.

AYO BACA : Kenali Tanda-tanda Anak Kecanduan Gadget

 “Saya kira sekarang masih cukup banyak, bisa dapet banyak manfaat positif ya. Orang tua bisa bisa cari konten yang kita cari di youtube atau googling itu adalah hal-hal yang pas dengan mereka,” kata Pamela seperti dikutip dari Ayobandung.com, Kamis (7/5/2020).

Selain itu, hal lain yang cukup penting adalah, berikan batas waktu penggunaan gadget pada anak. Tip yang satu ini, kata dia, memang memerlukan komitmen tinggi dari orang tua. Pasalnya, memberikan batas waktu yang tepat tidak mudah dilakukan di dalam kondisi saat ini. Di mana, para orang tua pun masih dibebani dengan pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan kantor yang harus diselesaikan di waktu yang sama.

“Kadang-kadang memang bisa jadi gadget itu jadi salah satu cara agar semua sama-sma enak. Orang tua tetep bisa fokus. Hanya yang pasti menurut saya mesti harus dibatasin, jangan blong begitu saja,” kata dia.

“Jadi kalau di dalam rumah itu ada orang dewasanya ayah ibu atau ada orang dewasa yang lain minta untuk saling mengingatkan satu sama lain,” lanjutnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X