Pemerintah Bubarkan FPI, PKS: Kemunduran Reformasi

- Rabu, 30 Desember 2020 | 15:40 WIB
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf [dok. PKS]
Anggota DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf [dok. PKS]

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Pemerintah secara resmi telah membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Anggota DPR Fraksi PKS, Bukhori Yusuf berpendapat, pembubaran FPI merupakan langkah mundur dalam demokrasi. Ia menilai langkah tersebut mencederai reformasi.

Saya pikir langkah-langkah pembubaran ormas seperti ini menunjukan langkah mundur dan mencederai amanat reformasi yang menjamin kebebasan berserikat, kata Bukhori sebagaimana dikutip suara.com, Rabu (30/12/2020).

Bukhori mengatakan, apabila FPI melanggar hukum seharusnya ditindak sesuai tingkat pelanggaran, bukan dibubarkan.

AYO BACA : Pemprov Jateng Gelar Pelatihan bagi Pengusaha UMKM Awal 2021

Sebagai penguasa kan sangat leluasa menetapkan apa saja bagi ormas atau perkumpulan ketika berbeda arah politik, hususnya sejak Perpu UU ormas. Tetapi ini semua tetap bentuk langkah mundur, ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD resmi menyatakan Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan dan sebagai organisasi terlarang di Indonesia.

Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenko Polhukam pada Rabu (30/12/2020), Mahfud menyebut beberapa alasan pemerintah membubarkan ormas Islam tersebut.

AYO BACA : LPSK Menyerahkan Kompensasi 9 Korban Bom di Solo

Salah satu alasannya lantaran organisasi yang berdiri pada 17 Agustus 1998 tersebut, saat ini sudah tidak memiliki kedudukan hukum. Hal tersebut berdasarkan putusan MK Nomor 82/PUU112013 yang diteken pada 23 Desember 2014.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

X