Bio Farma Sudah Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19

- Senin, 25 Januari 2021 | 06:43 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 (shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (shutterstock)

BANDUNG, AYOSEMARANG.COM -- Setelah menerima 15 juta dosis bulk vaksin Covid-19 dari Sinovac, pada 12 Januari 2021 yang lalu, Bio Farma siap untuk meneruskan proses produksi dari bahan baku tersebut untuk menjadi final product.

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan, bahan baku Vaksin Covid-19 ini, sudah mulai diproduksi pada pertengahan Januari 2021. Hasil dari proses produksi bahan baku tersebut, akan melengkapi pasokan vaksin Covid-19, dalam kemasan finish product sebanyak 3 juga dosis yang sudah diterima sebelumnya pada Desember 2020 yang lalu.

“Kolaborasi antara Bio Farma dengan Sinovac, melalui 2 mekanisme, yaitu impor dalam bentuk barang jadi finished product single dose yang diperuntukan front liner di Indonesia, dan impor dalam bentuk bulk konsentrat vaksin. Dari bulk ini, akan diproses lebih lanjut di Bio Farma di fasilitas fill and finish yang ada di Bio Farma”, ujar Honesti, pada saat Kunjungan Kerja DPR Komisi IX ke Bio Farma, dilansir Repubika.co.id.

Honesti mengatakan, sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk barang jadi, sudah diterima pihaknya pada Desember 2020 yang lalu. Dari jumlah tersebut, 1,2 juta dosis diantaranya, sudah terdistribusi ke 34 provinsi, dan sisanya yang 1,8 juta dosis sudah mulai dilakukan distribusi tahap 2 pada minggu ini, ke 34 Provinsi. Sedangkan untuk bahan baku, kata dia, Bio Farma akan menerima sebanyak 140 juta dosis, yang akan diterima secara bertahap. Tahap pertama pengiriman bahan baku ini, sudah kami terima sebanyak 15 juta dosis pada 12 Januari 2021 yang lalu. 

AYO BACA : Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19 untuk Seluruh Dunia

“Sampai dengan Kamis (21/1/2020), sudah ada 4 juta dosis yang sudah selesai diproduksi," katanya.

Status produk- produk tersebut, kata dia, saat ini sedang dalam tahap proses quality control, yang akan dikirimkan ke Badan POM untuk mendapatkan lot release agar dapat  didistribusikan.

"Diperkirakan sampai dengan bulan Februari 2021 mendatang, akan siap sebanyak 4 juta dosis vaksin”, Kata Honesti.

Untuk pendistribusian vaksin sendiri, kata dia, grup kami Bio Farma, bersama anggota PT Kimia Farma (Tbk) dan PT Indofarma (Tbk), sudah memiliki 48 cabang atau warehouse yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini, kata dia, bisa dioptimalkan, dalam sisi teknologi, Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi dan sampai di tujuan akhir (fasilitas kesehatan). 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X