Bio Farma Sudah Produksi 4 Juta Vaksin Covid-19

- Senin, 25 Januari 2021 | 06:43 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19 (shutterstock)
Ilustrasi vaksin Covid-19 (shutterstock)

AYO BACA : Cowok Hati-hati, Ini yang Terjadi ketika Organ Vital Kena Benda Keras

"Dan proses pendistribusian Ini, dapat di monitor real time di Command Center Holding BUMN Farmasi," katanya.

Indonesia sendiri, kata dia, membutuhkan vaksin Covid-19 untuk 181,5 juta penduduknya, atau setara dengan 426 juta dosis. Untuk mengantisipasi kelangkaan pasokan vaksin Covid-19 dari produsen Covid-19, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes  Nomor HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Dari Permenkes tersebut, kata dia, supply vaksin akan didapat dari  hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc and BioNTech dan Sinovac Life Sciences Co Ltd dan Novovax. Tentunya keseluruhan vaksin Covid-19 tersebut, harus melaporkan hasil uji klinis pertama sampai dengan ketiga, dan mendapatkan EUA dari Badan POM.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia, Bio Farma sudah melaksanakan amandemen supply agreement yang ditandatangani Honesti Basyir pada 30 Desember 2021, dengan perusahaan farmasi asal Kanada, AstraZeneca, dan Novovax, masing-masing sebanyak 50 juta dosis. Untuk AstraZeneca, diperkirakan akan mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) pada dari Badan POM pada April 2021

Sedangkan untuk Novovax akan mulai dipasok pada Q2 2021 melalui anggota holding BUMN Farmasi, Indofarma, diperkirakan akan mendapatkan EUA dari Badan POM pada Mei 2021. Total yang sudah diamankan dari kedua perusahaan tersebut untuk Indonesia sebanyak 100 juta dosis. 

Selain dengan 2 perusahaan tersebut, Bio Farma juga akan direncanakan menandatangani supply agreement dengan Pfizer Biontech.

AYO BACA : Organisasi Gavi Bakal Beri Vaksin Covid-19 Gratis ke Indonesia 54 Juta Dosis

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X