Beberapa Program Bantuan Sosial Kembali Digulirkan

- Jumat, 16 Juli 2021 | 09:08 WIB
Pelaksanaan pembagian BST di Kantor Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (dok)
Pelaksanaan pembagian BST di Kantor Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (dok)


JAKARTA, AYOSEMARANG.COM-  Pemerintah memastikan kondisi keuangan Indonesia terkendali meski menghadapi lonjakan Covid -19 dan penerapan PPKM darurat. Dukungan APBN untuk PPKM Darurat dan penanganan kesehatan sendiri dilakukan melalui realokasi APBN dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

“Karena aktivitas dan mobilitas masyarakat jadi terbatas pada masa PPKM Darurat, masyarakat dan UMKM membutuhkan bantuan untuk menopang perekonomian mereka. Kita akhirnya mendorong percepatan penyerapan PEN dan memunculkan kembali beberapa program bantuan sosial,” terang Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pada acara Dialog KPCPEN yang ditayangkan FMB9ID_IKP, Kamis 15 Juli 2021. 

AYO BACA : PPKM Darurat di Jateng, Ganjar: Mobilitas Masyarakat Membaik 21 Persen


Ia menyebutkan total dukungan APBN sebesar Rp699,43 triliun untuk program PEN.

Menurut Susiwijono klaster perlindungan sosial pada program PEN ada yang dipercepat pencairannya, diperpanjang periodenya, dan ditambahkan jumlahnya. Pemerintah akan memperpanjang program Bantuan Sosial Tunai, mendorong percepatan penyerapan bantuan Bansos PKH, serta Kartu Sembako. Strategi ini dikatakan untuk membantu daya tahan ekonomi masyarakat, 

AYO BACA : Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk Jika Kasus Covid-19 Terus Menggila

“Bagaimana pun konsumsi masyarakat berkontribusi hampir 60% pada Produk Domestik Bruto (PDB) kita,” terang Susiwijono. 

Selain masyarakat perkotaan, masyarakat desa juga terpukul oleh pandemi Covid-19 ini, terutama desa berbasis ekonomi pariwisata, pertanian, dan perikanan. Masyarakat di desa juga terdampak penurunan pendapatan. 

Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi  mengatakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) juga telah membuat skala prioritas pengelolaan dana desa. Program jaring pengaman sosial melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, yang pada 14 Juli telah tersalurkan total Rp5,8 Triliun, dengan jumlah keluarga penerima manfaat sebanyak lebih dari 5,1 juta.

Halaman:

Editor: Arie Widiarto

Tags

Terkini

X