Sulitnya Mencari Penerus Dalang Wayang Potehi

- Rabu, 17 November 2021 | 15:56 WIB
Pentas wayang  Potehi di kelenteng  Tien  Kok  Sie, Solo.  (dok Ocdy  Susanto.)
Pentas wayang Potehi di kelenteng Tien Kok Sie, Solo. (dok Ocdy Susanto.)


Bagi warga Solo dan sekitarnya adanya pertunjukan seni Wayang Potehi yang digelar di Klenteng Tien Kok Sie, Solo pada 4-8 November 2021 lalu, telah menjadi hiburan tersendiri.

Toni Harsono, salah satu dalang terkenal asal Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, juga berkesempatan manggung sehari bergantian dengan para dalang lainnya. Ia juga merupakan pendiri Museum Potehi Gudo Jombang sekaligus Ketua Yayasan Fu He An.

Disampaikan Ocdy Susanto selaku pemerhati kebudayaan Tionghoa di Jawa Tengah, wayang ini mulai berkembang pesat di nusantara sejak era Presiden RI Ke-5 yaitu KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Almarhum menyukai wayang ini karena dianggapnya dapat menambah tradisi dan kebudayaan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Hitung-hitungan UMK Jateng 2022, Diprediksi Cuma Rp1,8 Juta

“Sebelumnya, kesenian ayosemarang.com/tag/wayang-potehi">wayang potehi seolah dikerdilkan dan sangat sulit dipentaskan terkait perizinan, padahal kala itu para penggiat wayangnya sebagian besar adalah pribumi,” jelasnya.

Ocdy menilai betapa besar apresiasi mereka kala itu terhadap kebudayaan yang bisa dikatakan bukan asli Indonesia. Bisa dikatakan juga masa sulit bagi perkembangan ayosemarang.com/tag/wayang-potehi">wayang potehi.

Hal itu dikarenakan tindakan represif penguasa itu terhadap ayosemarang.com/tag/budaya-Tionghoa">budaya Tionghoa kala itu, padahal nilai-nilai budaya yang dibawa oleh orang Tionghoa sejak berabad-abad lalu telah tumbuh bersama budaya lokal dan menjadi budaya Indonesia.

Jadi, setelah era reformasi berjalan dibawah pemerintahan Presiden Gus Dur, tentu saja penghapusan larangan manggung bagi ayosemarang.com/tag/wayang-potehi">wayang potehi seolah membawa angin segar bagi kesenian asal Tiongkok bagian selatan ini.

Namun sayangnya, dengan mulai dihidupkannya ayosemarang.com/tag/wayang-potehi">wayang potehi di era Gus Dur, para pelakunya sudah mulai sepuh atau menua dan tidak didukung regenerasi yang baik, dikarenakan adanya pelarangan pada era-era sebelumnya.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Wedang Ronde, Budaya Kuliner Tionghoa di Nusantara

Selasa, 28 Desember 2021 | 13:46 WIB

Mencermati YouTubers Politik

Senin, 27 Desember 2021 | 16:32 WIB

Badan Layanan Umum Daerah, SKPD Spesial

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:53 WIB

Kategori Mendidik Keblinger

Rabu, 15 Desember 2021 | 16:24 WIB

Menguatkan Sektor Pendidikan Dalam Upaya Belanegara

Senin, 13 Desember 2021 | 13:00 WIB

BEM UPGRIS Peduli Desa di Jragung Karangawen, Demak

Senin, 6 Desember 2021 | 14:41 WIB

Mengenal TPQ Darul Kafalah Demak

Senin, 6 Desember 2021 | 14:31 WIB

Mencermati Informasi Asumtif

Senin, 29 November 2021 | 12:16 WIB

Hikmah Diterapkannya PPKM Level 3

Sabtu, 27 November 2021 | 18:33 WIB

Tanamkan Rasa Dalam Hubungan

Senin, 22 November 2021 | 09:59 WIB

Sulitnya Mencari Penerus Dalang Wayang Potehi

Rabu, 17 November 2021 | 15:56 WIB

Berpihak pada Korban Revenge Porn

Rabu, 17 November 2021 | 13:58 WIB

Menyoal Keinferioran Pemirsa

Minggu, 14 November 2021 | 20:33 WIB

Menyudahi Budaya Plagiarisme

Jumat, 29 Oktober 2021 | 14:54 WIB
X