Menerjemahkan Lima Arahan Presiden terkait Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru

- Minggu, 14 Juni 2020 | 09:42 WIB
Drs Pudjo Rahayu Risan, MSi, pengamat kebijakan publik, pengajar tidak tetap STIE Semarang dan STIE BPD Jateng
Drs Pudjo Rahayu Risan, MSi, pengamat kebijakan publik, pengajar tidak tetap STIE Semarang dan STIE BPD Jateng

AYOSEMARANG.COM-- Kebijakan publik yang baik, paling tidak ada lima acuan, pertama dirancang sesuai dengan kerangka acuan dan teori yang kuat. Kedua, disusun korelasi yang jelas antara kebijakan dan implementasinya, ketiga ditetapkan adanya organisasi yang mengkoordinir pelaksanaan kebijakan sehingga proses implementasi dapat berjalan dengan baik, keempat untuk kemaslahatan umat, sehingga sangat bermanfaat bagi publik dan kelima, diterima oleh sebagian besar publik, diharapkan muncul partisipasi.

Kenapa merumuskan kebijakan publik menjadi sangat penting di era Covid-19 ? Karena melawan Covid-19 harus serempak, kompak dan menjadi sebuah gerakan dan kebutuhan. Hal ini penting mengingat tekanan psikologi publik karena Covid-19 menjadi beban yang berat. Ada kecenderungan banyak orang sensitive dan stress. Maka, kebijakan publik harus menguntungkan dan pro publik. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Muncul fenomena gotong-royong.

Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan Presiden Jokowi pada Rabu, 10 Juni 2020, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),  menyampaikan lima arahan terkait adaptasi kebiasaan baru agar masyarakat tetap produktif dan aman dari penularan Covid-19. Pembukaan kembali sejumlah sektor menuju fase masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19 harus melalui tahapan-tahapan yang ketat dan hati-hati. 
\n 
\nLima arahan Presiden

Kelima arahan Jokowi yang harus segera diterjemahkan dan diimplementasikan, pertama, Presiden mengingatkan pentingnya prakondisi yang ketat. Sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif terutama mengenai sejumlah protokol kesehatan yang harus diikuti seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan atau keramaian, hingga menjaga imunitas tubuh.

Terjemahannya adalah, pentingnya prakondisi yang ketat terkait penerapan adaptasi kebiasaan baru perlu sosialisasi dan komunikasi massa sekaligus konsolidasi  diikuti dengan simulasi-simulasi yang baik, sehingga saat kita masuk ke dalam tatanan normal baru, kedisiplinan warga itu sudah betul-betul siap dan ada. 

Diperkuat dengan tampilnya dr Reisa Broto Asmoro sebagai anggota tim komunikasi yang menawan salah satu point untuk membangun komunikasi massa yang efektif. Komunikasi massa menjadi adem.

Kedua, Presiden mengingatkan pentingnya perhitungan yang cermat dalam mengambil kebijakan yang harus didasarkan data dan fakta di lapangan. Terkait hal ini, Presiden meminta tiap kepala daerah yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas.

Merumuskan kebijakan publik yang baik harus dirancang sesuai dengan kerangka acuan dan teori yang kuat. Data dan fakta empirik dari lapangan sebagai salah satu faktor pendukung materi kebijakan publik. 

Untuk itu, kepala daerah baik gubernur atau bupati-walikota karena masing-masing daerah memiliki karakter yang berbeda maka keputusan kebijakan publik yang ingin memutuskan daerahnya masuk ke fase adaptasi kebiasaan baru agar berkoordinasi dengan Gugus Tugas. Termasuk rencana pelaksanaan pilkada serentak 9 Desember 2020. Proses pilkada berjalan sesuai kaidah-kaidah demokrasi, protokol kesehatan juga ketat dilaksanakan.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB
X