Adakah Pacaran Sehat?

- Kamis, 18 Juni 2020 | 15:33 WIB
Anisa Rachma Agustina, Mahasiswi Pengiat literasi Pena Aswaja STAINU Temanggung. (dok)
Anisa Rachma Agustina, Mahasiswi Pengiat literasi Pena Aswaja STAINU Temanggung. (dok)

AYOSEMARANG.COM-- Malam minggu dijadikan para muda-mudi untuk memadu kasih. Mengadakan pertemuan di tempat yang sudah mereka sepakati, atau tidak jarang sang pujaan hati menjemput di depan pintu kos-kosan. Aktivitas orang pacaran sangat beragam, tergantung kreativitas masing-masing pasangan. Tapi pernahkah terpikir dalam benak anda adakah pacaran sehat? 

Jika ada aktivitas pacaran sehat itu yang seperti apa? Untuk orang yang tidak pernah pacaran dan mengharamkan pacaran sebelum menikah, hal ini menjadi dilema tersendiri.

Beberapa rekan sering bercerita tentang aktivitas pacaran mereka, dari yang lumrah hingga yang ekstrem. Bahkan pacaran sudah menjadi budaya. Usia orang yang berpacaranpun beragam dari anak SD yang sudah memanggil pacarnya mamah-papah, anak SMP dengan panggilan Ayah-Bunda, anak SMA yang memanggil bee, beb, yang, anak kuliahan dengan panggilan Umi-Abi, Mas-Adek, atau tergantung kesepakatan antara keduanya. Orang yang sedang memadu kasih biasanya menganggap dunia serasa milik berdua, dan yang lain ngontrak.

Anda bisa membedakan perbedaan aktivitas berboncengan orang pacaran dan tidak. Orang yang pacaran saat berboncengan si cewek akan berpegangan sangat erat, seolah-olah ada lem antara punggung cowoknya seperti magnet yang menarik besi. Biasanya si cewek memeluk erat si cowok tanpa mempedulikan orang sekitar.

Mereka tidak pernah memikirkan para jomblo yang ngejulitin mereka. Pelukan orang pacaran di motor mengalahkan pelukan pasangan suami istri saat naik motor. Orang yang tidak berpacaran tipikal berboncenganya sangat biasa. 

Mereka biasanya menyisahkan space di tengah supaya badan mereka tidak terlalu menempel dengan pengemudi. Sebagian orang menggunakan tas ransel mereka dan ditaruh di tengah supaya ada penghalang antara penumpang dan pengemudi.

Aktivitas orang pacaranpun beragam sesuai kreativitas masing-masing pasangan. Ada yang menghabiskan waktu untuk menonton film, makan di cafe hingga makan di kaki lima atau angkringan, traveling bersama, atau sekadar muter-muter naik motor sambil ngabisin bensin, yang terpenting adalah waktu yang mereka habiskan untuk berdua.

AYO BACA : Update: ODP Covid-19 di Jateng Capai 43.507 Kasus

Dalam aktivitas pacaran tak jarang kontak fisik menjadi bumbu pemanis, seperti pegangan tangan, bergandengan, cubit pipi, cubit hidung, mengelus rambut, menghitung bulu kaki, atau bahkan hal yang lebih ekstrem yang gak perlu dijelaskan para sahabat pasti juga sudah paham bukan. 

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X