Tanam Budaya Literasi Sejak Dini Selama Pandemi

- Selasa, 25 Agustus 2020 | 14:30 WIB
Ilustrasi buku (McCutcheon/Unsplash)
Ilustrasi buku (McCutcheon/Unsplash)

AYOSEMARANG.COM -- Informasi dari beberapa media terkait pandemi Covid-19 belum kunjung usai hingga saat ini. Hal tersebut menjadikan masyarakat seakan bosan dan jenuh dengan kondisi yang terus menerus diselimuti pandemi.

Berbagai media gencar  menyampaikan informasi berita selama pandemi, sudah seharusnya sebagai masyarakat wajib menyaring informasi, agar tak termakan berita hoax yang bertebaran. Kenyataannya, tak sedikit masyarakat masih menelan mentah-mentah berita yang didapat dan percaya begitu saja, banyak pula yang memilih mengabaikan berita penting saat ini.

Hal ini disebabkan oleh kesadaran literasi dimasyarakat yang masih sangat minim, sehingga hal ini berpengaruh pada potensi pengembangan literasi anak dilingkungan masyarakat, yang mana kebiasaan tersebut merupakan hal yang tak baik jika terus berkelanjutan.

Kesadaran literasi sangat dibutuhkan saat ini, terutama dalam menghadapi situasi yang mengancam manusia selama pandemi. Kurangnya literasi masyarakat Indonesia, menambah buruknya situasi saat ini.

Hal ini dibuktikan dengan masyarakat yang mulai acuh tak acuh dengan keadaan sekitar, seperti halnya tidak memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan untuk mencegah terjangkitnya covid-19 selama pandemi. Fakta tersebut menjadi bukti bahwasanya masyarakat Indonesia masih minim akan kesadaran literasi, terutama literasi terhadap kondisi saat ini.

Data lain terkait minimnya kesadaran literasi di Indonesia dibuktikan dengan adanya hasil studi Program for International Student Assesment (PISA) yang diselenggarakan tiap tiga tahun sekali. Program tersebut bertujuan untuk mengukur kualitas hasil pendidikan dari berbagai negara telah dirilis pada 2018 lalu.

Hasil menunjukkan kemampuan membaca anak Indonesia adalah yang terendah dari kemampuan bidang matematika dan sains. Nilai kemampuan membaca menunjukkan skor 371 (tiga ratus tujuh puluh satu), tertinggal 116 poin dari rata-rata Negara lain yaitu skor 487 (empat ratus delapan puluh tujuh). Ditinjau dari hasil skor tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca seharusnya mendapat perhatian lebih. Pemerintah bersama-sama melakukan program peningkatan kemampuan membaca yang didukung oleh setiap lapisan masyarakat. (Mahbudin, 13 Juli 2020).

Selain itu, dukungan program literasi dari pemerintah yang telah dicanangkan sejak 2016, masih sangat perlu evaluasi untuk menjadi program berkelanjutan yang lebih baik lagi. Pembentukan program tersebut adalah Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang terdiri dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Keluarga, dan Gerakan Literasi  Masyarkat (Indeks Aktivitas Literasi Membaca, 2019).

Mahbudin (2020) mengemukakan gagasannya terkait literasi Indonesia, yakni: 1) pemerintah telah serius dalam membangun budaya literasi Indonesia, 2) pemerintah belum maksimal mengawal berbagai regulasi terkait gerakan literasi bangsa ini, padahal pemerintah berhak menjatuhkan sanksi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku terhadap instansi yang tidak melaksanakan program pemerintah, 3) pemerintah membutuhkan peran serta para pemangku kebijakan, pegiat literasi dan masyarakat umum untuk berkolaborasi mensukseskan program mencerdaskan kehidupan bangsa ini.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X