Berwirausaha di Rumah saat Pandemi

- Jumat, 9 Oktober 2020 | 17:23 WIB
Ahmad Aji Pangestu / Mahasiswa Prodi PAI STAINU Temanggung
Ahmad Aji Pangestu / Mahasiswa Prodi PAI STAINU Temanggung

AYOSEMARANG.COM -- Pada masa-masa sekarang ini, pandemi Covid-19 belum paripurna. Masih teradat banyak kasus terdeteksi pada hari-hari ini dan ke depan kemungkinan masih akan ditemukan besar kasus Covid-19 khususnya di Indonesia. Sekarang saja, kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 315.714 kasus (Kompas, 7/10). Ini belum yang tertinggi alias belum puncak dari kasus yang akan terjadi di Indonesia. 

Oleh karena perkembangan Covid-19 yang mengenaskan ini, banyak lapisan masyarakat yang mulai merasakan kesulitan dalam mengitari perekonomian setiap hari. Adakalanya lapisan masyarakat menengah ke bawah mengalami keterpurukan seperti gulung tikar dalam berusaha mikro maupun terkena PHK bagi karyawan non Pegawai Negeri Sipil baik di Instansi Formal plat merah maupun Instansi swasta. 

Semua lapisan masyarakat, terutama menengah ke bawah sangat merasakan dampak dari adanya wabah Covid 19 ini. Apalagi para pekerja yang setiap harinya mengandalkan penghasilan hanya dari jualan ringan misalnya pedagang keliling, asongan dan lain sebagainya ini sangat merasakan dampak keterpurukan ekonominya. Terkadang untuk makan sehari-hari saja mereka minta-minta, karena keterpaksaan tidak ada modal, jualan tidak laku karena pengetatan agar di rumah saja dan alasan lain yang logis.

Pemerintah dalam hal ini terlihat sangat mengapresiasi akan kesulitan lapisan masyarakat menengah ke bawah yang usaha dan pekerjaan mereka terbengkalai gegar wabah Covid-19 ini. Dengan pemerintah memberikan sekian dana negara untuk di alih-fungsikan kepada pengendalian penanganan Covid-19 juga dialihkan untuk membantu masyarakat yang terdampak ekonomi karena wabah ini. 

Kita sangat mengapresiasi jalan kerja pemerintah dalam menanggapi dan merealisasikan kebijakan untuk ikut serta membantu lapisan masyarakat kecil yang susah payah kesulitan mencari pangan dalam masa pandemi ini.

Dari sekian langkah pemerintah untuk membantu kalangan masyarakat kecil, sepertinya belum terealisasi seperti yang diharapkan. Hal ini disebabkan karena masyarakat membutuhkan perekonomian baik hal sandang maupun pangan di kehidupan sehari-hari tidak ada jangka waktunya, sedangkan pemerintah dalam memberikan bantuan hanya segelintir serta berjangka waktu. 

Ada yang 6 bulan sekali, 3 bulan sekali dan lain sebagai nya yang pastinya tidak bisa jadi patokan bagi kemaslahatan keluarga untuk mencukupi kebutuhan pribadinya. Dengan hal seperti inilah, kita sebagai masyarakat harus memiliki inisiatif sendiri agar kita tidak terpuruk dalam menjalani roda perekonomian yang lemah di masa pandemi Covid-19.

Selama masa pandemi Covid-19, masyarakat baik tingkat menengah maupun kecil dampaknya beragam. Ada yang malah menjadikan peluang bisnis, tapi ada juga yang menjadikan kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari. Bisa jadi hal ini terjadi karena tiada peluang dan kesempatan untuk melakukan aktivitas produktif disebabkan keterbatasan kondisi masa pandemi ini.
Solusi

Kita sekarang di era Teknologi Revolusi Industri, yang maksud dari itu adalah kita sekarang ada pada masa yang serba digitalisasi, baik secara interaksi sesama, interaksi media maupun hal lain sudah tidak bisa ditinggalkan oleh teknologi. Contoh kecil saja, berita. Sekarang sangat mudah dalam mendapatkan berita, tidak seperti zaman dahulu yang sangat sulit untuk mendapatkan berita secara cepat dan tepat. Oleh karena itulah, kita sudah sepantasnya untuk berbaur dengan yang namanya Teknologi.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X