Sinau Noto Ati

- Sabtu, 17 Oktober 2020 | 15:39 WIB
Sulistiyorini, Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung
Sulistiyorini, Mahasiswi Prodi PAI STAINU Temanggung

AYOSEMARANG.COM -- Perasaan sedih, kecewa, bahagia, marah, itu merupakan hal normal tetapi jika kita tidak bisa mengendalikanya itu akan bisa merugikan diri sendiri bahkan orang lain.  Secara sadar atau tidak sadar perasaan selalu didorong oleh emosi tertentu. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang  dan surut dalam waktu singkat. Emosi merupakan suatu respon yang dihasilkan oleh tubuh dalam menanggapi atau menghadapai suatu permasalahan. 

Emosi dirasakan seseorang sejak bayi, misalnya bayi bisa tertawa, bisa senyum itu sebagai respon dari bayi tersebut karena ia merasakan nyaman, merasakan bahagia. Bayi juga mengekspresikan rasa tidak nyaman dengan menagis, karena saat itu dia belum bisa berbicara dan memberi tau orang tuanya apa yang ia mau. 

Orang sering beranggapan bahwa emosi itu merupakan semata mata dianggap sebagai rasa marah, padahal pada kenyataanya tidak, Suatu kebahagiaan, kesenangan merupakan suatu respon emosi positif.

Emosi terbagi menjadi beberapa antara lain: jatuh cinta, ini merupakan emosi yang lazim dimiliki oleh setiap insan, perasaan ini tumbuh ketika seseorang merasa nyaman dengan hal yang ia sukai. Benci ialah Antonin dari cinta, emosi ini mendatangkan kesedihan kepada para pelakunya. 

Biasanya emosi ini timbul karena kekecewaan. Dan akan hilang dengan sendirinya ketika pelaku bisa memaafkan. Selanjutnya adalah takut, ini merupakan sebuah emosi yang timbul ketika seseorang terancam, ketakutan setiap orang beragam, dan sudah seyogyanya setiap insan bisa memelihara emosinya supaya mereka dapat menyeimbangkan kehidupan mereka.

Dalam Dunia  kesehatan mengontrol emosi negative merupakan salah satu dimensi kebugaran. Dalam otak itu ada yang namanya system limbic yaitu terletak pada batang otak. Ketika system limbic sedang tidak aktif orang cenderung akan lebih bahagia. 

Maka diperlukanya kemampuan mengontrol emosi negative atau dalam bahasa jawa kemampuan Sinau Noto Ati yang berarti belajar untuk menata hati. Seseorang yang pkitai dalam mengontrol emosi, yang pkitai dalam menata hati dia akan lebih terjaga imunya dibanding dengan orang yang tidak bisa mengontrol. Jika imunya tubuh baik, hatinya bahagia secara otomatis fisik pun juga akan terjaga kondisinya. 

Tidaklah mudah memang tetapi sebagai insan dewasa kita harus mampu mau tidak mau bisa tidak bisa tetap berusaha untuk bisa mengendalikanya. Dengan optimis kita bisa meningkatkan kesehatan emosional walaupun tidak serta merta menghilangkan emosi negative karena dikhawatirkan apabila seorang yang tidak bisa mengontrol emosi negativenya. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X