Memperingati Hari Santri Nasional 2020 di Masa Pandemi

- Jumat, 23 Oktober 2020 | 16:16 WIB
--Ratnasari, Mahasiswi STAINU Temanggung
--Ratnasari, Mahasiswi STAINU Temanggung

AYO BACA : Sinau Noto Ati

AYO BACA : Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Tanam Mangrove di Dusun Gandong

AYOSEMARANG.COM -- Hari Santri Nasional diperingati setiap tahunnya di seluruh Indonesia pada tanggal 22 Oktober. Penetapaan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini disahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada tahun 2015 lalu melalui Keppres Nomor 22 tahun 2015. Sejarah Hari Santri Nasional bermula dari resolusi jihad yang dicetuskan oleh pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, pada 22 Oktober 1945. Tak terkecuali pada tahun ini 22 Oktober 2020. Dimana saat ini berada di tengah pandemi Covid-19, merayakan Hari Santri Nasional tidak dapat seperti pada tahun sebelumnya. Perubahan ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona yang hingga kini masih belum berakhir. Oleh hal itu, tahun ini Hari Santri Nasional kembali diperingati dengan mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”.
 
Pesantren
 
Dalam Rangka memperingati Hari Santri Nasional biasanya ribuan pesantren dan jutaan santri sibuk mengadakan berbagai kegiatan keagamaan dan ritual khusus mengisi Hari Santri tersebut.  Santri adalah pelajar yang konsen mendalami kitab suci dan ilmu agama. Untuk konsentrasi maka harus mabit, menetap di pesantren sebagai tempat mondok. Karena itu pesantren sesungguhnya berasal dari kata santri, diawali pe dan akhiran an, tertulis pesantrian kemudian dibaca pesantren untuk memudahkan penyebutnya.
 
Santri Sehat Indonesia Kuat
 
Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Resolusi jihad itu bertujuan untuk mencegah kembalinya tentara belanda yang mengatasnamakan NICA ke Surabaya. Dimana peringatan ini sebagai bentuk penghormatan bangsa Indonesia terhadap peran santri, yang telah ikut berjuang untuk kedaulatan NKRI. Oleh karena itu, peringatan Hari Santri di tahun 2020 secara khusus mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Isu kesehatan diangkat berdasarkan fakta pandemi virus corona Covid-19 yang dirilis dari Kementrian Kesehatan sejak 1 Maret-1 April 2020 yang terjadi di Indonesia. 
 
Di Indonesia, pandemi Covid-19 telah ditetapkan sebagai Bencana Nonalam melalui Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 
Menurut keterangan pers Kementrian Agama (Kemenag), banyak pesantren yang telah berhasil melakukan upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak Pandemi Covid-19. Modal utama pesantren adalah tradisi kedisiplinan yang selama ini diajarkan kepada para santri, serta keteladanan dan sikap kesiapsiagaan kiai dan pimpinan pesantren.
 
Perubahan tema berdasarkan kondisi Indonesia
 
Peringatan hari santri pertama kali mengusung tema “Dari Pesantren Untuk Indonesia”. Kemudian diteruskan pada tahun berikutnya dengan tema “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”. Kemudian di tahun 2018, Kemenag RI melalui Dit PD Potren kembali menggelar perayaan Hari Santri Nasional dengan tema”Bersama Santri Damailah Negeri”. Dan tahun lalu (2019), Hari Santri diperingati dengan mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia” dan tahun ini 2020, mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”.
 
Rangkaian Kegiatan di tengah pandemi
 
Kementrian Agama (Kemenag), dalam dokumen pedoman kegiatan Hari Santri 2020, merekomendasikan beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di tengah pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 
Pertama, upacara bendera peringatan Hari Santri secara seretak pada tanggal 22 Oktober 2020. 
 
Kedua, dzikir, doa, shalawat, dan tausyiah untuk mendoakan santri dan masyarakat Indonesia serta dunia agar diberikan kesehatan dan kekuatan di masa pandemi Covid-19. 
 
Ketiga, sosialisasi melalui website, media sosial, spanduk atau baliho dengan menyertakan tema dan logo peringatan Hari Santri 2020. Seluruh pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2020 disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mengedepankan prinsip-prinsip kesederhanaan dan kekhidmatan, dengan tetap berpedoman pada Protokol Kesehatan dalam rangka pengendalian dan pencegahan Covid-19.
 
“semoga semangat perjuangan pendahulu kita untuk merebut kemerdekaan, senantiasa tetap tumbuh dan berkembang di setiap jiwa dan hati santri” 
 
 
--Ratnasari, Mahasiswi STAINU Temanggung

AYO BACA : Ambang Resesi Ekonomi Indonesia dan Masyarakat Kecil yang Merana

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X