Good Looking Belum Tentu Good Attitude

- Sabtu, 10 April 2021 | 12:32 WIB
Dwi Nur Laeli/Mahasiswa STAINU Temanggung
Dwi Nur Laeli/Mahasiswa STAINU Temanggung

AYOSEMARANG.COM -- Good looking memang diuatamakan, tetapi good attitude tidak bisa dibandingkan. Zaman sekarang berlomba-lomba menjadi good looking tetapi lupa akan good attitude. Tidak perlu insecure terhadap seseorang yang good looking karena mereka belum tentu good attitude, tetapi yang good atittude sudah pasti akan good looking. Kesan pertama kepada seseorang memang suatu hal yang pertama dilihat untuk bisa menilai orang dalam sekilas, namun penampilan tidak bisa sepenuhnya mencermikan diri seseorang.

Istilah good looking dan good attitude kerap digadang-gadangkan oleh semua kalangan. Seperti yang pernah dikatakan netizen, good looking hanya bekerja di awal, sementara seiring berjalannya waktu yang berperan selanjutnya itu attitude (sikap) dan pola pikir. Good looking juga perlu pertanggung jawaban, jangan sampai ada seseorang yang berkata pada kalian “cantik sih, tapi sayang bla bla bla”, maka dari itu yuk percantik hati kita juga.

Ketika di mata orang fisik terihat biasa saja, tetapi ketika ada kemampuan lebih atau bakat semua akan terlihat keren karena ada sesuatu yang berbeda, yang membuat orang kagum kepada diri kita selain fisik. Good looking dapat diraih semua orang, misalnya skin care, jaga pola makan, olahraga rutin, dan pola tidur. Tetapi mengelola emosi supaya diri kita bisa menempatkan ke posisi yang tepat tidak semua orang bisa. Good attitude lebih sering diabaikan, padahal percuma good looking tetapi bad attitudes.

Percuma good looking tetapi ketika berbuat salah tidak mengucapkan maaf, ketika dibantu tidak mengucapkan terimakasih, padahal good looking bukan segalanya. Namun selebihnya etika, sopan santun, manners, toleransi, skill, pola pikir, berprestasi, value diri yang akan membuatmu “lebih” daripada yang good looking. Sebaik-baiknya fisik atau apapun itu akan lebih baik jika memiliki akhlak yang terpuji dan bermanfaat bagi banyak orang. Apabila belum glow up minimal grow up dulu dengan cara memperbanyak wawasan, belajar skill baru, percayalah glow up akan menyusul.

Menurut penulis, apabila attitude dan manners seseorang baik maka untuk fisik atau tampilan akan terpancar baik juga, yang terpenting daripada good looking itu akhlak yang baik. Good looking hanya akan membuat menatap, tetapi good attitude akan membuat menetap. Menghargai orang lain dengan segala kekurangan dan kelebihannya, maka kamu lebih dari good looking. Yang lebih baik dibenahi daripada fisik adalah menjaga harga diri dengan bersikap baik kepada siapapun.

Apabila netizen itu memandang sehat terhadap kata “good looking” seharusnya bukan tertuju ke fisik dan parasnya, tetapi lebih kepada orang yang bisa menjaga looks tetap good. Empati dan jangan cepat judge terhadap orang lain dan diri sendiri karena orang bisa dekat karena nyaman. Banyak yang mengatakan “good looking selalu dibela”, namun menurut penulis good looking tidak selamanya dibela apalagi kalau tidak diikuti dengan attitude, ujung-ujungnya attitude yang akan menang, bagaimana menurut kalian?

Good looking menjadi keresahan sebagian orang, janganlah merasa minder dan tetaplah fokus dengan apa yang bisa kita ubah. Semua itu tergantung mindset kita, kalau memang mindset rich atau winning mindset tidak akan terlena dengan kata good looking, because they have a better vision. Hidup akan terlalu sempit jika hanya dilihat dari penampilan, sedangkan good attitude akan membawa diri untuk explore dalam hal baik, karena masih banyak hal yang bisa diperjuangkan daripada mementingkan penampilan.

Perlu digaris bawahi, penilaian kita terhadap  pandangan pertama dipengaruhi oleh kepribadian yang terbentuk di bawah alam sadar. Intinya, kita bisa melihat seperti apa diri kita dari berbagai pilihan dalam kehidupan kita. Fisik itu relatif tergantung selera masing-masing, tetapi attitude itu mutlak. Setelah melihat laki-laki memakai peci, koko, sedang sholay atau mengaji, otomatis akan menyimpulkan orang itu baik, padahal belum tentu juga. Lalu, ketika melihat laki-laki bertato. Telinganya bertindik dan sedang mabuk, sudah pasti orang akan berpendapat bahwa dia laki-laki yang tidak benar, padahal setiap orang sudah pasti memiliki sisi baik.

Orang akan menyimpulkan sikapnya setelah melihat isinya. Ketahuilah, bahwa “good looking” sendiri menurut penulis dekat dengan pembentukan kesan atau citra. Tahu kan adagium “Jangan menilai buku dari sampulnya”, jadi adagium tersebut menjadi lumrah didengar ketika ada yang menilai orang lain hanya dari penampilan belaka tanpa harus berkenalan terlebih dahulu. Bahkan kebanyakan orang-orang yang good looking namun masih kurang dalam good attitude.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB

Belajar Tanpa (Merasa) Digurui

Senin, 18 April 2022 | 11:05 WIB

Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Minggu, 17 April 2022 | 18:54 WIB

Tentang Daftar Pustaka

Minggu, 17 April 2022 | 18:43 WIB

Sejarah Singkat Ceng Beng Atau Ziarah Kubur

Kamis, 14 April 2022 | 15:45 WIB

Klitih dan Utopia Penegakan Hukum Pelaku Anak

Kamis, 7 April 2022 | 11:19 WIB

Menyikapi dan Mewaspadai Informasi

Minggu, 3 April 2022 | 20:56 WIB

Mencermati Perhelatan MotoGP Mandalika

Senin, 21 Maret 2022 | 19:12 WIB

Falsafah Menulis

Selasa, 8 Maret 2022 | 12:14 WIB
X