Berhenti Sampai Di Sini

- Selasa, 20 Juli 2021 | 16:34 WIB
Gunawan Witjaksana, Dosen dan Ketua STIKOM Semarang.(dok)
Gunawan Witjaksana, Dosen dan Ketua STIKOM Semarang.(dok)


Pandemi covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir. Pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab akan keselamatan rakyat, bangsa dan negara telah  mengeluarkan berbagai jurus yang berupa berbagai kebijakan untuk mengatasi Pandemi ini.

Yang paling akhir dikeluarkanlah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang bersifat darurat (PPKM Darurat) di Jawa- Bali, bahkan beberapa wilayah di luar itu pun ada yang mengikutinya.

PPKM Darurat yang akan berakhir tanggal 20 Juli 2021, sedang dievaluasi, untuk menentukan kebijakan berikutnya. Berdasarkan evaluasi ada indikasi keefektifan, setidaknya bila dilihat dari menurunnya tingkat kematian dan naiknya tingkat  kesembuhan.

Di sisi lain ada pula indikator kekurangefektifan utamanya bila dilihat dari masih tingginya mobilitas masyarakat dan ketidakefektifan penyekatan.

Kebijakan PPKM Darurat itu pun dirasakan sangat berat oleh masyarakat meski berbagai stimulan telah diberikan pemerintah dibantu para relawan yang peduli.

Bagi pemerintah pun kebijakan itu tidak kalah beratnya, utamanya dari sisi anggaran yang dibutuhkan, serta tertekannya kondisi ekonomi yang beberapa bulan sebelumnya sebelum gelombang dua pandemi  sempat menunjukkan kemajuan.

Tingginya orang yang terpapar serta banyaknya tenaga medis yang berada di garda terdepan yang gugur, memunculkan kekhawatiran rumah sakit akan kolap, sehingga kebijakan isoman, termasuk isoman terpusat disosialisasikan tanpa mengenal lelah, bahkan negara berusaha hadir dengan memberikan kebutuhan, termasuk obat-obatan gratis terhadap mereka yang melaksanakan isoman di rumah masing- masing.

Sayangnya di tengah upaya pemerintah dibantu berbagai pihak, masih saja ada pihak yang sengaja berupaya mengganggunya, dan mungkin pula tujuannya menurunkan kredibilitas pemerintah, yang berdasarkan teori penyalahan individu ( individual blame Theory) cenderung akan menyalahkan Presiden Jokowi sebagai penanggung jawab tertinggi.

Mereka tidak sadar, namun mungkin pula justru mereka sadar dan sengaja mengacaukan masyarakat, utamanya yang sebagian besar miskin informasi.

Halaman:

Editor: Arie Widiarto

Tags

Terkini

Lomba Justifikasi

Kamis, 15 September 2022 | 07:46 WIB

Pemilik Frequensi dan Pelengkap Penderita

Sabtu, 30 Juli 2022 | 14:38 WIB

Di Balik Ego dan Kolektivitas Etnis

Kamis, 7 Juli 2022 | 11:08 WIB

Mudik, Thomas Cup, dan Sea Games

Senin, 16 Mei 2022 | 19:23 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis di Indonesia

Senin, 25 April 2022 | 19:43 WIB

Efisienkah Tilang Elektronik di Kota Solo?

Senin, 25 April 2022 | 19:30 WIB

Menyoal Kenaikan Harga Pertamax

Senin, 25 April 2022 | 13:59 WIB

PPN Naik Menjadi 11%, Tepatkah Kebijakan Ini?

Senin, 25 April 2022 | 12:43 WIB

Kripto Untuk Siapa?

Senin, 18 April 2022 | 11:26 WIB
X