Perbedaan Kualitas dan Pengalaman, Timnas Basket Indonesia Gagal Tumbangkan Lebanon

- Selasa, 30 November 2021 | 19:57 WIB
Tim basket Indonesia gagal menumbangkan Lebanon. (dok Perbasi)
Tim basket Indonesia gagal menumbangkan Lebanon. (dok Perbasi)

LEBANON, AYOSEMARANG.COM – Timnas basket Indonesia gagal mengalahkan Lebanon pada pertemuan kedua dalam window pertama Kualifikasi FIBA World Cup 2023 di Zouk Mikael Arena, Lebanon, Senin malam 29 November 2021.

Timnas Indonesia sudah berjuang maksimal membendung serangan Lebanon dengan mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan.

Namun perbedaan kualitas, pengalaman, dan ukuran pemain membuat Tim Indonesia harus menerima kenyataan. Sempat bermain apik dengan mengimbangi perolehan poin di dua kuarter awal, Andakara Prastawa dkk harus menutup game ini dengan kedudukan 64-110.

Dikutip dari laman resmi Perbasi, secara poin dan permainan tim, jelas ada peningkatan dari pertemuan pertama tiga hari lalu. Dari semangat juang juga lebih meledak. Hanya memang absennya Lester Prosper kembali menjadi masalah tersendiri bagi Indonesia.

Permainan Merah Putih kesulitan menutup gerak pemain dengan ukuran besar milik Lebanon.

Baca Juga: RSUS Soewondo Kendal Layani Pasien Kejiwaan

Lester yang memiliki tubuh besar dengan tinggi 2,09 meter itu kembali dinyatakan positif covid 19 oleh panitia setempat di menit akhir jelang pertandingan. Padahal, saat tes terakhir yang dilakukan manajemen timnas elite Indonesia sehari sebelum pertandingan, Prosper dinyatakan negatif Covid 19.

Situasi ini mengulang pada pertemuan pertama lalu. Saat itu, Prosper yang jalani tiga kali tes usap dinyatakan negatif namun ketika panitia melakukan tes usap jelang pertandingan menyatakan Prosper positif dan harus diparkir karena dipaksa menjalani karantina.

Bahkan sampai Prosper sendiri bingung dengan situasi ini. Di akun pribadi instagramnya, dia menyatakan sehat dan tidak tahu apa yang sedang terjadi sehingga kehilangan kesempatan membela panji Indonesia. Tapi dia pantang menyerah dan akan terus bekerja keras untuk Indonesia. “Saya sangat sedih dan marah dengan kondisi ini,” tulis Prosper.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X