Leprid Beri Penghargaan kepada Chris John dan Elisabeth Liu, Ini Alasannya

- Minggu, 14 Juli 2019 | 16:08 WIB
Pendiri dan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka (paling kanan) memberikan penghargaan kepada Chris John dan Elisabeth Liu di kantor Leprid Jl Berlian, Semarang, Minggu (14/7/2019). (Arie Widiarto/ayosemarang.com)
Pendiri dan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka (paling kanan) memberikan penghargaan kepada Chris John dan Elisabeth Liu di kantor Leprid Jl Berlian, Semarang, Minggu (14/7/2019). (Arie Widiarto/ayosemarang.com)

TEMBALANG, AYOSEMARANG.COM -- Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada petinju Yohannes Christian John atau Chris John. Petinju asal Banjarnegara ini mendapat penghargaan dari Leprid karena dedikasi dan prestasinya selama menggeluti olahraga tinju. 

Selain Chris John, Leprid juga memberikan penghargaan kepada Elisabeth Liu. Elisa merupakan promotor tinju pertama di Indonesia yang mencetak juara dunia tinju (The Border Battle 2019).

Pemberian penghargaan dilakukan oleh Pendiri dan Ketua Umum Leprid Paulus Pangka di kantor Leprid Jl Berlian, Semarang, Minggu (14/7/2019). Paulus Pangka mengatakan sepanjang 2003 sampai 2013, Chris John tercatat sebagai juara tinju dunia WBA. Chris berhasil mempertahankan sabuk juara sebanyak 18 kali berturut-turut.

''Dengan rekor pertandingan 52 kali dan menang 51 kali, sampai saat ini belum ada petinju Indonesia yang bisa menyaingi prestasi Chris John. Bahkan, atas prestasinya Chris John dianugerahi Life Time Achievement Award dari WBA atas prestasi tersebut. Oleh karena itulah, Leprid sangat mengapreasi tersebut dan memberikan penghargaan dengan predikat The Legend Award,'' papar Paulus.

Sementara itu, Elisabeth Liu mendapat penghargaan Leprid karena kegigihannya dalam bidang olahraga tinju. Wanita yang akrab di sapa Elsa ini merupakan promotor tinju pertama di Indonesia yang mencetak juara dunia tinju.

''Elsa ini juga pendiri Fahiluka Surya Production yakni sebuah sel yang berisi orang-orang yang peduli terhadap kemajuan Indonesia khususnya di NTT di bidang Hukum, Olahraga, Pariwisata, Pendidikan dan Ekonomi,'' papar Paulus.

Chris John menyatakan setelah pensiun dari dunia tinju, kini fokus untuk memajukan olahraga ini di Tanah Air. Salah satu caranya dengan mendirikan manajemen khusus menangani atlet tinju. ''Sebab, bakat saja tidak cukup kalau tidak ditangani oleh pelatih maupun manajemen yang tepat,'' jelas dia.

Sementara itu, Elsa menyatakan akan tetap fokus menggelar pertandingan tinju secara profesional untuk memajukan olahraga ini di tanah air. ''Sebab, tidak mudah untuk memberikan pemahaman kepada orang-orang terutama sponsor tentang olah raga ini. Dibutuhkan kegigihan agar bidang tinju di Indonesia bisa semakin maju,'' ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X