Udinus Aspal Jalan Gunakan Bahan Dasar Plastik

- Senin, 17 Februari 2020 | 16:33 WIB
Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima penjelasan tentang proses pengaspalan jalan berbahan dasar plastik di sekitar kampus, Senin (17/2/2020). (Ayosemarang.com/Arie Widiarto).
Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menerima penjelasan tentang proses pengaspalan jalan berbahan dasar plastik di sekitar kampus, Senin (17/2/2020). (Ayosemarang.com/Arie Widiarto).

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Sebagai salah satu universitas yang peduli lingkungan, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang mengaspal jalan di sekitar kampus dengan menggunakan bahan dasar sampah plastik dipadukan cairan aspal. Untuk sementara lokasi yang diaspal menggunakan campuran ini di sekitar kampus yakni Jalan Yudistira dan Jalan Arjuna Raya.

Seremoni pengaspalan dilakukan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, bersama Rektor Udinus Prof Dr Ir Edi Noersasongko, pada Senin (17/2/2020).

Rektor Udinus menyatakan sebagai Green Kampus, salah satunya adalah bagaimana mengelola secara bijak sampah plastik. Untuk pengembangan sampah plastik, Udinus juga telah bekerjasama dengan  Balitbang kementrian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  yang telah menghamparkan aspal plastik di beberapa wilayah di Indonesia, antara lain jalan Gempol, Sidoarjo, Labuan bajo, Makassar, dan lain sebagainya.

AYO BACA : Udinus Punya Guru Besar Baru Bidang Ilmu Komputer dan Ekonomi Pemasaran

''Kami langsung mengimplementasikan dengan mengaspal jalan sekitar Udinus dan ini merupakan kegiatan yang diprakarsai Udinus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang,'' jelasnya.

Total jalan yang diaspal sepanjang  sekitar 1 kilometer,  dilakukan pengaspalan dengan campuran berbahan plastik. Sebelumnya Udinus menyediakan alat pencacah, serta upaya dalam pengumpulan sampah plastik di beberapa wilayah di Kota Semarang.

“Jenis sampah plastik yang digunakan yakni sampah berjenis kresek tak boleh basah dan harus dengan keadaan bersih,” jelas Dekan Fakultas Teknik Udinus  Dian Retno Sawitri.

AYO BACA : Ganjar Kirim 41.250 Masker untuk WNI di Hongkong, Taiwan dan Singapura

Menurutnya pemilihan sampah kresek sebagai bahan baku utama dikarenakan jenis sampah tersebut tak memiliki nilai ekonomis. Dalam prosesnya pencacahan dilakukan dengan tiga mesin pencacah dengan hasil cacahan ideal 3 mm. 

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

PBSI UPGRIS Gelar Enam Pementasan Drama

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:04 WIB

5 Keuntungan Siswa Jika Lolos SNMPTN 2022

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:21 WIB
X