Kasus Paksa Siswi Pakai Hijab, P2G Kritik Nadiem Makarim

- Senin, 25 Januari 2021 | 12:56 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Polemik siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kini menjadi perbincangan di tanah air.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memberikan apresiasi sekaligus kritik untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait aturan di SMK Negeri 2 Padang yang mewajibkan siswi non muslim memakai jilbab.  

P2G menyayangkan jika Nadiem hanya merespons kasus yang kebetulan tengah menjadi obrolan hangat di tengah masyarakat.

Kabid Advokasi P2G, Iman Zanatul Haeri menilai, Nadiem tidak mengakui secara terbuka kalau fenomena intoleransi seperti yang terjadi di SMK Negeri 2 Padang itu juga dialami banyak siswa di daerah lain.

"Kasus intoleransi di sekolah yang dilakukan secara terstruktur bukanlah kasus baru," kata Iman dalam keterangan tertulisnya dilansir Suara.com, Senin (25/1/2021).

Menurut Iman, Nadiem seharusnya mengungkap persoalan intoleransi di lingkungan sekolah. Persoalan intoleransi di sekolah itu dikatakannya mengandung problematika dari aspek regulasi struktural, sistematik dan birokratis.

"Dalam catatan kami misal, pernah ada kasus seperti pelarangan jilbab di SMAN 1 Maumere 2017 dan di SD Inpres 22 Wosi Manokwari tahun 2019. Jauh sebelumnya 2014 sempat terjadi pada sekolah-sekolah di Bali," ujarnya.

AYO BACA : Nadiem: Pendidikan Indonesia Tak Berani Ambil Risiko

"Sedangkan kasus pemaksaan jilbab kami menduga lebih banyak lagi terjadi di berbagai daerah di Indonesia," tambah Iman.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

PBSI UPGRIS Gelar Enam Pementasan Drama

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:04 WIB

5 Keuntungan Siswa Jika Lolos SNMPTN 2022

Jumat, 14 Januari 2022 | 07:21 WIB
X