Ini Penjelasan Asesmen Nasional, Program yang Disiapkan Pengganti Ujian Nasional

- Kamis, 22 Juli 2021 | 09:32 WIB
Suasana simulasi Asesmen Nasional di Kota Salatiga, beberapa waktu lalu. Program Asesmen Nasionalsebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang kerap menjadi diskriminasi antara si kaya dan si miskin. (Ayosemarang/Budi Cahyono)
Suasana simulasi Asesmen Nasional di Kota Salatiga, beberapa waktu lalu. Program Asesmen Nasionalsebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang kerap menjadi diskriminasi antara si kaya dan si miskin. (Ayosemarang/Budi Cahyono)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM -- Asesmen Nasional adalah program dari kebijakan pemerintah untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program kesetaraan sekolah dasar dan menengah.

Program ini juga sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang kerap menjadi diskriminasi antara si kaya dan si miskin.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim menyadari bahwa UN menyebabkan para orang tua yang mampu, bisa memberikan fasilitas bimbingan belajar (bimbel) tambahan bagi anaknya demi mendapatkan nilai UN yang tinggi. Hal ini berbanding terbalik dengan siswa yang orang tuanya kurang mampu untuk menyediakan fasilitas di luar jam pelajaran sekolah.

“Udah tidak ada UN itu luar biasa diskriminatifnya karena yang mampu bimbel kalau dengan UN yang hubungannya dengan subjek, itu ya anak-anak atau keluarga yang mampu bisa bimbel. Dan yang tidak mampu, ya tidak bisa. Berarti mereka dapat angka rendah gitu. Jadi kita sudah ubah,” tegas Nadiem saat menjadi pembicara di konferensi Pendidikan Akademi Edukreator 2021, Rabu 14 Juli 2021.

Kebijakan Asesmen Nasional akan dilaksanakan pada September 2021. Jika UN hanya melibatkan siswa, Asesmen Nasional akan melibatkan kepala sekolah, seluruh guru, dan beberapa siswa.

Mengenal Lebih Dekat Bagaimana Sistem Asesmen Nasional Bekerja

Asesmen Nasional akan diukur menggunakan tiga instrumen. Instrumen pertama yaitu Asesmen Kompetensi Minimum, digunakan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif.

Instrumen kedua yaitu Survei Karakter, yaitu mengukur sikap, kebiasaan nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar non-kognitif. Instrumen ketiga yaitu Survei Lingkungan Belajar, yaitu mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Adapun, sasaran Asesmen Nasional adalah siswa kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Untuk para siswa, dalam Asesmen Nasional mereka hanya wajib mengerjakan instrumen pertama dan kedua yaitu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Halaman:

Editor: Budi Cahyono

Tags

Terkini

Unisma Kembali Raih Rekor MURI di Oshika Maba 2022

Jumat, 16 September 2022 | 14:50 WIB

Wakil Ketua DPR RI Beri Motivasi Mahasiswa Baru Unisma

Jumat, 16 September 2022 | 11:42 WIB

UPGRIS Terima 3.939 Mahasiswa Baru

Selasa, 13 September 2022 | 21:34 WIB

4527 Mahasiswa Baru Unisma Ikuti Oshika Maba 2022

Selasa, 13 September 2022 | 11:48 WIB

RUU Sisdiknas Tahun 2022 Sarat Polemik Panen Kritik

Jumat, 9 September 2022 | 10:24 WIB
X