Kebut Vaksinasi, Solo Targetkan 5.000 Orang Sehari

- Selasa, 6 Juli 2021 | 12:33 WIB
Proses vaksinasi Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. (Ayosemarang/Budi Cahyono)
Proses vaksinasi Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. (Ayosemarang/Budi Cahyono)

SOLO, AYOSEMARANG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengebut capaian vaksinasi hingga 5.000 orang sasaran per hari, dengan rerata 3.500 orang per hari. Sebanyak 17 puskesmas, 1 klinik Bhayangkari, dan 17 rumah sakit dikerahkan untuk mencapai target tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, sasaran itu bisa tercapai apabila suplai vaksin dari pusat lancar. Sayangnya, stok vaksin yang ada saat ini hanya cukup untuk menjalankan program berjalan dalam satu hari.

Ini seperti vaksinasi dosis kedua pada lansia dan pralansia di semua fasyankes, kemudian vaksinasi massal yang bekerja sama dengan pihak ketiga, serta mobil vaksinasi.

AYO BACA : Stok Menipis, Solo Ajukan Tambahan 50 Ribu Vaksin ke Pemprov Jateng

“Suplai vaksin itu datang setiap hari sebanyak 5.000 dosis. Sisa stok pada Senin (5/7/2021) sejumlah itu hanya cukup untuk sehari. Aturan saat ini kami enggak boleh menyimpan untuk dosis kedua agar rantainya lebih cepat sesuai aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” kata Siti Wahyuningsih, dikutip dari solopos.com, Selasa 6 Juli 2021.

Pihaknya mengajukan tambahan 50.000 dosis kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Jumlah itu untuk menjalankan kerja sama dengan Halodoc yang menargetkan 1.000 orang divaksin per hari sampai tanggal 15 Juli. Kemudian per 12 Juli menggelar vaksinasi massal di Solo Paragon Mall bekerja sama dengan Yakkum.

Permintaan tambahan dosis vaksin itu disampaikan saat video conference (vidcon) Rakor Penanggulangan Covid-19 dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pada Senin siang.
KTP Solo

AYO BACA : Jokowi Instruksikan Seluruh BLT Segera Disalurkan Pekan Ini

“Saya harap dengan status Solo masuk level 4 PPKM Darurat bisa ada dukungan dari provinsi untuk melaksanakan percepatan vaksinasi. Karena artinya Solo masuk risiko tinggi. Di sisi lain, meski capaian vaksinasi paling tinggi di Solo, tapi kalau melihat komposisi yang divaksin, untuk warga Solo sendiri belum sesuai target. Karena kan selama ini banyak warga Solo yang masuk program kita. Seperti pedagang pasar, pusat perbelanjaan, pelayan publik, tenaga pendidik tidak semuanya warga Solo,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

3 Second Kini Ada di Pekalongan

Sabtu, 22 Januari 2022 | 23:00 WIB

Puan Beri Pengarahan Pengurus DPC PDIP Boyolali

Jumat, 21 Januari 2022 | 17:03 WIB

Lapas Kelas II Batang Ajari Warga Binaan Ternak Itik

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:58 WIB
X