(SEMARANGAN) Sejarah Sumur Tua Kota Lama Part 1, Penyelamat Wabah yang Diabaikan Pemerintah

- Selasa, 30 November 2021 | 15:25 WIB
Warga sehabis memakai toilet di Kota Lama yang berdekatan dengan Sumur Tua Kota Lama. Keberadaan sumur tua ini meskipun punya nilai sejarah tinggi masih diabaikan oleh Pemerintah Kota Semarang. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Warga sehabis memakai toilet di Kota Lama yang berdekatan dengan Sumur Tua Kota Lama. Keberadaan sumur tua ini meskipun punya nilai sejarah tinggi masih diabaikan oleh Pemerintah Kota Semarang. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM - Di tengah masifnya revitalisasi Kota Lama Semarang, ada satu peninggalan zaman Belanda yang dibiarkan begitu saja dan tidak disentuh yakni sebuah sumur tua di dekat Taman Srigunting.

Sumur tua di Kota Lama Semarang itu lokasi tepatnya ada di samping toilet permanen yang dibuat untuk memfasilitasi pengunjung.

Banyak sumber sejarah mencatat jika sumur tua di Kota Lama Semarang cukup bersejarah bahkan menyelamatkan masyarakat Kota Semarang dari wabah malaria dan kolera.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Sejarah Sumur Tua Kota Lama Part 2, Sebuah Oase di Tengah Krisis Air Kota Semarang

Amen Budiman, penulis sejarah pernah menulis jika sumur itu dibuat oleh Gubernur Hindia Belanda saat itu Cornelis Speelman pada 1841.

"Sumur itu dibangun di sebelah lapangan timur Paradeplein (sekarang-Taman Srigunting), sumur artetis dengan teknologi bor saat itu," paparnya.

Sekitar tahun 1840-an, malaria mewang mewabah di Kota Semarang.

Penyebabnya tak lain munculnya nyamuk Anopheles atau malaria di Kota Semarang.

Nyamuk itu berkembang biak dengan pesat karena Kota Semarang masih dipenuhi rawa-rawa

Halaman:

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X