(SEMARANGAN) Sejarah Sumur Tua Kota Lama Part 2, Sebuah Oase di Tengah Krisis Air Kota Semarang

- Selasa, 30 November 2021 | 15:45 WIB
Sumur Tua di Kota Lama yang berdekatan dengan toilet umum. Sumur tua ini dibangun atas krisis air bersih di Kota Semarang pada waktu itu dan adanya wabah malaria dan kolera. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)
Sumur Tua di Kota Lama yang berdekatan dengan toilet umum. Sumur tua ini dibangun atas krisis air bersih di Kota Semarang pada waktu itu dan adanya wabah malaria dan kolera. (Ayosemarang.com/ Audrian Firhannusa)

SEMARANGTENGAH, AYOSEMARANG.COM - sumur tua di Kota Lama Semarang jadi saksi bisu betapa Kota Semarang pernah terjangkit satu masalah serius yakni wabah malaria dan kolera.

Wabah malaria dan kolera itu kelak bisa mereda akibat adanya air bersih dari sumur tua di Kota Lama Semarang yang dibangun oleh Gubernur Hindia Belanda saat itu Cornelis Speelman.

Pembangunan sumur tua di Kota Lama Semarang itu berangkat dari krisis air bersih yang ada di Kota Semarang.

Baca Juga: (SEMARANGAN) Sejarah Sumur Tua Kota Lama Part 1, Penyelamat Wabah yang Diabaikan Pemerintah

Amen Budiman penulis rubrik sejarah dalam kolomnya yang berjudul "Wabah Malaria dan Kolera Melanda Kota" menyebut kala itu masyarakat Kota Semarang memang punya sumur.

Namun airnya masih asin dan hanya di musim penghujan saja airnya bisa untuk masak.

Untuk menggunakan air minum mereka dapat dari sumur artetis yang berasal dari sungai-sungai Semarang.

Kata Amen air dari Sungai Semarang itu tercampur lumpur merah dan selalu keruh warnanya.

"Meskipun begitu masyarakat Semarang masih sering memakainya untuk mandi dan mencuci pakaian serta barang-barang yang lain," tulisnya.

Halaman:

Editor: Akbar Hari Mukti

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X