Monumen Lokomotif dan Dancing Fountain Percantik Kota Lama

- Rabu, 27 Maret 2019 | 08:34 WIB
Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan Dancing Fountain mempercantik kawasan Kota Lama, Selasa (26/3/2019) malam. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan Dancing Fountain mempercantik kawasan Kota Lama, Selasa (26/3/2019) malam. (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM -- Kawasan wisata Kota Lama Semarang kian cantik dengan adanya Monumen Lokomotif D 301 59 yang dihiasi dengan Dancing Fountain. Pembangunan monumen itu sekaligus sebagai wujud nyata PT KAI ikut serta dan bersinergi dalam revitalisasi wilayah Kota Lama Semarang.

Peresmian monumen lokomotif ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Direktur Utama PT KAI (Persero), Edi Sukmoro bersama Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang juga sebagai Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Selasa (26/3/2019) malam.

Edi Sukmoro mengatakan pembangunan monumen juga untuk mengenang beroperasinya lokomotif seri D 301 59 di wilayah kerja perkeretaapian Indonesia mulai 1962. Pada tahun 1962-1963, sebanyak 80 lokomotif didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh DKA (Djawatan Kereta Api) untuk melayani kereta api penumpang maupun di wilayah Pulau Jawa.

“Perlu diketahui, Polder Stasiun Semarang Tawang merupakan tanah milik PT KAI yang diperuntukkan sebagai polder resapan air untuk mengurangi banjir di wilayah Kota Lama Semarang,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, untuk mempercantik wilayah Polder Stasiun Semarang Tawang, PT KAI mempersembahkan sebuah monumen lokomotif untuk melengkapi tampilan Kota Lama yang lebih eksklusif, mengingat Pemerintah Kota Semarang saat ini masih fokus pada revitalisasi Kota Lama.

"Keberadaan monumen ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Semarang," jelasnya.

Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Krisbiyantoro mengatakan lokomotif tersebut dapat melaju hingga kecepatan 50 km/jam dengan ditopang mesin diesel berdaya 340 HP (horse power).

“Beberapa unit masih beroperasi untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di Pulau jawa dan kereta api wisata di Museum KA Ambarawa,” ujar Krisbiyantoro.

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X