Didi Kempot Buat Ambyar Penonton Semarjamu 2019

- Kamis, 22 Agustus 2019 | 06:12 WIB
Didi Kempot saat menyanyikan lagu dalam acara Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) 2019 di Banjirkanal Barat (BKB), Rabu (21/8/2019). (Afri Rismoko /Ayosemarang.com).
Didi Kempot saat menyanyikan lagu dalam acara Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) 2019 di Banjirkanal Barat (BKB), Rabu (21/8/2019). (Afri Rismoko /Ayosemarang.com).

SEMARANG BARAT, AYOSEMARANG.COM -- Penyanyi Didi Kempot atau saat ini populer disebut The God Father of Broken Heart menghibur ribuan penonton dalam Semarang Jelajah Musik (Semarjamu) 2019, di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat, Rabu (21/8/3019) malam. Didi Kempot membuka lagu berjudul Sewu Kuto yang dibawakan berduet dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Sad boys and sad girls sebutan penggemar Didi Kempot pun turut mendendangkan lagu legendaris Sewu Kuto. Para OPD Kota Semarang pun terlihat tak malu dan gengsi untuk berjoget dan bernyanyi melantunkan lagu tersebut.

Selanjutnya, tembang andalan Didi Kempot dilantunkan diantaranya Cidro, Kalung Emas, Tanjung Mas Ninggal Janji dan Banyu Langit serta Pamer Bojo pun dinyanyikan The God of Broken Heart bersama ribuan penonton. Mereka juga turut melambaikan tangannya mengikuti alunan musik. 

Selain dihibur musik oleh Didi Kempot dan sejumlah artis lain seperti Denny Caknan. Pelantun tembang Kartonyono Medot Janji  yang sedang viral itu juga sukses membius para penggemarnya.

Para pengungung juga disuguhkan berbagai kuliner dalam yang berjajar di sepanjang jalan Bojongsalaman. Ada 60 stand produk UMKM Kota Semarang, festival kuliner dan food truck, atraksi Bridge Fountain Semarang yang bakal hadir selama empat hari. 

Selain itu, ada pula Festival Kopi Semarang di mana dalam event ini akan diberikan secara cuma-cuma 1000 cup kopi per hari mulai Rabu (21/8/2019) hingga Sabtu (24/8/2019). 

Dalam kesempatan tersebut, Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang juga berpesan kepada para kaum milenial untuk menjaga NKRI. 

Kalian kaum milenial harusnya lebih jago dari kaum kolonial. Jagalah NKRI, tandasnya.

Namun kemeriahan acara tersebut sedikit meninggalkan kesan yang kurang baik. Sebab, beberapa penonton mengeluhkam tarif parkir kendaraan roda dua Rp 5.000 itu pun tanpa diberi karcis. Selain itu area panggung berada juga kurang representatif untuk menggelar konser lantaran kurang luas.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

KAMUS SEMARANGAN Rak Mang Tuku, Regane Larang

Selasa, 28 Juni 2022 | 20:15 WIB
X