Pecah Pusat Keramaian, Kelompok Hiburan Kota Lama Bakal Disebar

- Kamis, 3 Oktober 2019 | 17:09 WIB
Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama, Hevearita G. Rahayu saat meninjau kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (3/10/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)
Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama, Hevearita G. Rahayu saat meninjau kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (3/10/2019). (Afri Rismoko/Ayosemarang.com)

SEMARANG UTARA, AYOSEMARANG.COM-  Ketua Badan Pengelola Kawasan  Kota Lama (BPK2L), Hevearita G. Rahayu mendorong agar kelompok hiburan yang didata di Kota Lama bisa diberikan tempat pada beberapa titik. Terutama area Kota Lama yang saat ini masih sepi.

Sekarang keramaian di Kota Lama terpusat hanya di Jalan Letjen Suprapto. Saya harapkan nanti usai pendataan kelompok hiburan dan kesenian bisa ditempatkan pada titik di Kota Lama yang masih sepi misalnya di Jalan Kepodang dan Sendowo. Jadi nanti keramaian bisa tersebar pada beberapa tempat tidak hanya berpusat di satu area, ujarnya, Kamis (3/10/2019).

AYO BACA : Rektor Undip Sebut Gugatan Prof Suteki Kedaluwarsa

Dia memberikan batasan untuk kelompok hiburan, mereka harus memberikan atau menyajikan musik yang sesuai tema heritage. Seperti hiburan musik bergenre keroncong dan jazz.

Ita sapaan akrabnya mendorong Dinas Perhubungan melakukan persiapan kantong parkir untuk mengatasi persoalan parkir di Kota Lama. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemilik lahan yang disiapkan untuk parkir.

AYO BACA : Di Bank Sampah Resik Becik, Sampah Plastik Disulap jadi Barang Kreasi

Agar mereka pemilik lahan yang menyediakan parkir di Kota Lama diberikan keringanan pembayaran PBB atau perizinannya dipermudah, imbuhnya.

Pihaknya membatasi agar para seniman maupun pedagang busa berjualan di lokasi yang telah disediakan. Dia tidak sependapat jika semua pedagang dan Pengusaha PKL masuk di Kota Lama.

Prinsipnya kita menata kawasan Kota Lama agar lebih rapi dan tertib, apalagi saat ini banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Jadi harus dibatasi dan di data untuk pelaku seni dan usaha serta ditata. Jadi tidak boleh masuk semua, katanya.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

Prioritas Desa Surokonto Wetan Kendal Tahun 2023

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:55 WIB

Jelang Imlek, Produksi Hio Swa di Semarang Meningkat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:55 WIB
X