Soal Pembakaran Bendera PDIP, Ganjar: Tolong Kader Tidak Terprovokasi

- Kamis, 25 Juni 2020 | 15:52 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/6/2020). (ist)
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung A lantai 2 Kantor Gubernur Jateng, Selasa (23/6/2020). (ist)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM- Politisi PDI Perjuangan sekaligus Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyesalkan adanya pembakaran bendera PDIP oleh massa yang melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI, Rabu (26/6/2020). Meski begitu, Ganjar meminta seluruh kader PDIP tidak terpancing aksi provokasi itu.

Kader jangan sampai terpancing pada provokasi pembakaran bendera PDIP itu. Jaga diri baik-baik, serahkan kasus ini pada DPP karena DPP PDIP sudah menyiapkan untuk mengambil langkah hukum, kata Ganjar ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2020).

Ganjar membantah tuduhan bahwa PDIP berpaham Partai Komunis Indonesia (PKI). Dirinya menegaskan, bahwa PDIP juga tidak setuju dengan paham PKI.

Saya orang PDIP, sudah cukup lama dan saya bukan PKI. Kami PDI, kami juga tidak setuju dengan PKI. Itu clear. Semua paham yang dilarang, kami tidak ada di sana, karena kami berada pada barisan yang sesuai konstitusi dan dasar negara, tegasnya.

AYO BACA : BNNP Jateng Bersama Stakeholder Musnahkan Sejumlah Barang Bukti

Ganjar mendukug DPP PDIP untuk mengambil jalur hukum dalam persoalan ini. Menurutnya, cara itu adalah cara yang terbaik.

Menurutnya, PDIP sudah sangat terbiasa bergerak secara konstitusional. Dirinya mencontohkan, bagaimana peristiwa 1996 saat PDIP diinjak-injak tidak karuan dan mereka berjuang dengan cukup panjang.

Siapa yang menginjak-injak itu, tidak ada yang tidak tahu. Semuanya tahu. Kita bertahan secara konstitusional dan Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) memerintahkan untuk mengambil langkah hukum saat itu. Cara itu akhirnya yang kita percaya, terangnya.

Menurut Ganjar, hari ini PDIP memang sedang digoncang dalam kontestasi politik. Sebenarnya itu hal yang biasa saja, namun seharusnya semua harus saling menghormati antar intitusi.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

21 Tumpeng Ramaikan Tirakatan Desa Pucangrejo Gemuh

Selasa, 16 Agustus 2022 | 23:12 WIB
X