Harga Anjlok, Peternak Ayam Kolaps

- Jumat, 17 Juli 2020 | 17:12 WIB
Ketua Umum Kadin Jateng Paradigma Baru Ali Abdul Rohman (tengah) dan Kepala  Divisi Produksi PT PPT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Irwano (kiri) dan perwakilan peternak saat ditemui di kantor Kadin Paradigma Baru di Jl Sumbing, Semarang, Jumat (17/7/2020). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)
Ketua Umum Kadin Jateng Paradigma Baru Ali Abdul Rohman (tengah) dan Kepala Divisi Produksi PT PPT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Irwano (kiri) dan perwakilan peternak saat ditemui di kantor Kadin Paradigma Baru di Jl Sumbing, Semarang, Jumat (17/7/2020). (Arie Widiarto/Ayosemarang.com)

SEMARANG, AYOSEMARANG.COM-- Sejumlah peternak unggas mandiri di Temanggung dan Magelang terancam gulung tikar akibat harga komoditas ternak ayam anjlok dan tidak terserap pasar karena efek pandemi Covid-19. Saat ini harga satu ekor ayam rata-rata Rp12 ribu, sementara untuk biaya produksi mulai dari pakan sampai perawatan hingga komoditas yang siap dikonsumsi minimal Rp18 ribu.

Dengan harga jual Rp18 ribu ini saja sebenarnya impas. Apalagi saat ini harga hanya Rp12 ibu per ekor, ungkap peternak unggas mandiri dari Temanggung Sukahono saat bertemu dengan Ketua Umum Kadin Jateng Paradigma Baru Ali Abdul Rohman dan Kepala  Divisi Produksi PT PPT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Irwano di kantor Kadin Paradigma Baru di Jl Sumbing, Semarang, Jumat (17/7/2020). 

Pertemuan tersebut terkait dengan rencana PT PPI yang akan membeli produk hasil ternak petani unggas mandiri di tengah anjloknya harga saat ini.

Lebih lanjut Sukahono mengungkapkan kendala peternak unggas saat ini yaitu sulit menjual komoditas hasil ternak pada masa pandemi seperti ini. Apalagi, suplai ayam pedaging menumpuk tidak tersalurkan ke pasaran secara optimal.

AYO BACA : [Video] Kondisi Tanah Labil, SD Ngaliyan 04 Bakal Direlokasi

Permintaan konsumen turun maka hasil komoditas peternak ayam tidak terserap pasar secara maksimal jadi peternak mengalami penurunan omzet yang cukup siginifikan, ungkapnya.

Bahkan, ia mengatakan harga ayam broiler di pasaran sekarang ini sangat fluktuasi. Untuk harga normal rata-rata diatas Rp 18 ribu per eko. Namun dalam beberapa bulan terakhir sempat merosot sekitar Rp 10.000 yang sekarang sudah mulai merangkak naik di atas Rp12.000.

Sedangkan harga normal ayam ras pedaging sebelum pandemi dari peternak diatas Break Even Point (BEP) sekitar Rp 18.000, jelasnya.

Hal yang sama diungkapkan Agus Sujoko, peternak asal Magelang. Menurut dia, apabila permintaan pasar terus menurun dan bertahan beberapa lama maka potensi akan ada peternak mandiri terancam merugi bahkan berpotensi tutup.

Halaman:

Editor: Abdul Arif

Tags

Terkini

X