Sejarah Bubur India Masjid Jami Pekojan, Resep Turun-temurun Pedagang India

- Rabu, 14 April 2021 | 08:33 WIB
Bubur India di Masjid Jami Pekojan disajikan setiap Ramadan. (Ayosemarang.com/Audrian Firhannusa)
Bubur India di Masjid Jami Pekojan disajikan setiap Ramadan. (Ayosemarang.com/Audrian Firhannusa)

SEMARANG TENGAH, AYOSEMARANG.COM -- Tradisi berbuka puasa dengan bubur India sudah mengakar kuat di Masjid Jami Pekojan, Petolongan, Kota Semarang. Meskipun sempat berhenti di tahun lalu karena pandemi, Ramadan tahun ini Bubur India kembali dihadirkan.

Juru masak Bubur India di Masjid Jami Pekojan, Ahmad Ali mengaku, dirinya merupakan generasi keempat dalam melestarikan bubur pekojan ini. 

AYO BACA : Sempat Terhenti, Masjid Jami Pekojan Kembali Sajikan Bubur India

Ali menjelaskan, jika bubur yang dimasak berbeda dengan bubur pada umumnya, terutama perkara bumbu yang punya resep secara turun-temurun.

Awalnya, Bbubur India dibawa leluhur salah seorang sesepuh warga Pekojan bernama Anas Salim. Sayangnya, Anas Salim baru saja menghembuskan napas terakhirnya beberapa bulan yang lalu.

AYO BACA : MUI: Vaksinasi Covid-19 Bisa Dilaksanakan di Masjid

“leluhur Abah Anas dari Gujarat India yang membawa  ke sini,” jelas Ahmad.

Anas merupakan pewaris ketiga setelah mendapat resep dari sang kakek Harus Rofii dan Salim Harun, sang ayah. Keluarganya memakai penguat rasa untuk bubur India.

“Kakek Abah Salim datang ke Indonesia sekitar tahun 1800 atau sudah 120-an tahun yang lalu,” tambah Ahmad.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

Prioritas Desa Surokonto Wetan Kendal Tahun 2023

Sabtu, 22 Januari 2022 | 22:55 WIB

Jelang Imlek, Produksi Hio Swa di Semarang Meningkat

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:55 WIB

Update Stok Darah Semarang, Jumat 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 15:22 WIB

Pesan Kapolres kepada Bintara Remaja Polres Kendal

Jumat, 21 Januari 2022 | 14:31 WIB
X