Pandemi, Ratusan Wanita di Semarang Gugat Cerai Suami

- Kamis, 24 Juni 2021 | 14:55 WIB
Ilustrasi,
Ilustrasi,

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Pada Januari hingga Mei 2021 kasus percerain di Kota Semarang sudah mencapai ribuan perkara, rata-rata gugatan diajukan pihak istri. Salah satu penyebabnya karena faktor ekonomi.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kelas 1 Semarang, Saefudin mengatakan, hingga bulan Mei 2021 kasus perceraian di Kota Semarang mencapai 1.141 perkara. Berdasarkan data yang dia peroleh sebanyak 854 perkara cerai gugat diajukan istri.

"Untuk jumlah selebihnya 287 perkara adalah cerai talak diajukan oleh pihak suami," jelas Saefudin dikutip dari Suarajawatengah.id jaringan Ayosemarang.com, Kamis 24 Juni 2021.  

AYO BACA : Perceraian Karena Suami Pindah Agama Jadi Tren di PA Kota Semarang

Menurutnya, terdapat beragam penyebab pasangan suami maupun istri mengajukan cerai. Sampai saat ini yang paling mendominasi pertengkaran disebabkan adanya perselisihan.

"Karena ada perselisihan dan pertengkaran terus menerus dalam keluarga," katanya.

Selain faktor tersebut, menurutnya terdapat beberapa faktor lain sepert kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meninggalkan salah satu pihak, madat (candu), mabuk, judi, dan dipenjara.

AYO BACA : Warna Baju Bisa Jadi Penyebab Sering Digigit Nyamuk

"Masalah ekonomi, zina, dan murtad juga mejadi penyebab perceraian," ujarnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan Herlambang

Tags

Terkini

X