Inilah 7 Tokoh Pewayangan Asli Indonesia, dari Punakawan hingga Cepot

- Rabu, 17 November 2021 | 18:59 WIB
Punakawan, salah satu tokoh pewayangan asli Indonesia.  (istimewa)
Punakawan, salah satu tokoh pewayangan asli Indonesia. (istimewa)

SEMARANG SELATAN, AYOSEMARANG.COM -- Dalam pewayangan Indonesia, lakon-lakon dan tokoh-tokoh yang ditampilkan kebanyakan dibuat dari dua karya sastra klasik India, yaitu Ramayana dan Mahabharata.

Tokoh-tokoh pewayangan yang mengilhami kesatria, romansa, pengabdian, pemujaan dewa-dewi dan makhluk mitologi banyak diambil dari kedua wiracrita tersebut.

Tokoh pewayangan tersebut antara lain para Pandawa, Kurawa dan Krishna dalam kisah Mahabharata atau Rama, Shinta, Hanoman dan Rahwana dalam kisah Ramayana, serta tokoh-tokoh pelengkap cerita yang lainnya.

Baca Juga: 6 Jenis Wayang di Indonesia Menurut Kategori Cerita, Ada Wayang Potehi

Jika diteliti lagi, sebenarnya ada beberapa tokoh pewayangan yang tidak ada dalam kisah asli Mahabharata maupun Ramayana, namun ditampilkan saat pertunjukan wayang di Indonesia.

Tokoh-tokoh pewayangan tersebut asli Indonesia, murni ciptaan para leluhur seniman, dan budayawan Nusantara. Mereka dirancang dengan kearifan lokal dan nilai-nilai keluhuran budaya yang tidak dimiliki tokoh-tokoh pewayangan dari India.

Berikut 7 tokoh pewayangan asli Indonesia:

1. Cepot
Pewayangan Sunda identik dengan tokoh ini, perawakan yang unik dengan tubuh bulat-buncit, bibir tebal ditambah gaya bicara yang ceplas-ceplos membuat kemunculan Cepot selalu di tunggu-tunggu pecinta Wayang.

Dalam pewayangan Jawa sosok Cepot disamakan dengan Bagong karena karakteristik keduanya mirip, dalam pewayangan Sunda Cepot disebutkan sebagai anak tertua dari Semar alih-alih Gareng.

2. Punakawan
Empat tokoh pengisi segmen "Gara-gara" dalam setiap pagelaran Wayang. Terdiri dari Semar dan ketiga anak angkatnya Gareng, Petruk dan Bagong.

Punakawan masing-masing memiliki bentuk tubuh dan watak yang unik sehingga sering mengundang gelak tawa pemirsa pertunjukan Wayang.

Meskipun sering kebagian peran sebagai figuran, keempat tokoh ini sebenarnya memiliki kesaktian yang luar biasa.

Sebut saja Semar yang merupakan penjelmaan Bathara Ismaya serta penasehat pihak Pandawa saat Perang Bharatayuda.

Bahkan kesaktian Petruk, Gareng dan Bagong diceritakan dalam satu lakon khusus yaitu "Petruk Dadi Ratu", ketika ketiga saudara angkat ini berurusan dengan pusaka Jamus Kalimasada milik Prabu Yudistira.

Baca Juga: 9 Jenis Wayang di Indonesia Menurut Bahan Pembuatannya, Wayang Kulit Paling Populer

3. Togog dan Bilung
Jika Punakawan dikisahkan selalu berada di pihak Pandawa, maka kedua tokoh inilah yang berada di pihak Kurawa.

Togog diceritakan sebagai saudara tiri Semar dan sama-sama keturunan dewa, sedangkan Bilung adalah keturunan raksasa bertubuh pendek, sahabat Togog yang berasal dari tanah Melayu.

4. Cakil
Salah satu tokoh raksasa yang berwujud aneh, rahang bawahnya lebih maju dari rahang atas.

Cakil digambarkan sebagai sosok yang gigih, diceritakan dia selalu menantang setiap Kesatria yang baru turun gunung dalam salah satu segmen Wayang, "Perang Kembang".

5. Antareja
Adalah anak sulung Bimasena dari permaisuri Nagagini putri dari Prabu Anantaboga, Raja bangsa ular.

Antareja memiliki ajian Upas Anta pemberian kakeknya, yang membuat lidahnya bisa membunuh makhluk apapun yang jejak kakinya dijilat.

Kakak Gatot Kaca ini juga mempunyai jimat berupa cincin Mustikabumi pemberian ibunya.

Cincin tersebut memungkinkan dia hidup kembali setelah dibunuh selama tubuhnya masih menyentuh tanah.

6. Antasena
Tokoh yang satu ini adalah putra bungsu Bimasena dari permaisuri Urangayu, putri Bathara Baruna. Antasena digambarkan sebagai sosok yang lugu dan berpendirian teguh, adik Gatot Kaca ini berbicara dengan bahasa Jawa Ngoko kepada siapapun.

Antasena adalah putra Werkudara yang paling sakti, dia bisa terbang tanpa sayap, menyelam ke dalam bumi serta memiliki kulit seperti sisik yang tahan terhadap senjata apapun.

Baca Juga: Sulitnya Mencari Penerus Dalang Wayang Potehi

7. Wisanggeni
Adalah putra Arjuna dari seorang bidadari bernama Bathari Dresanala putri dari Bathara Brahma. Seperti Antasena, Wisanggeni tidak pernah menggunakan bahasa Jawa Krama kepada siapapun kecuali Sang Hyang Wenang.

Wisanggeni adalah tokoh yang tegas dan pemberani, meskipun digambarkan secara fisik seperti sosok yang angkuh Wisanggeni sebenarnya suka menolong.

Kesaktian Wisanggeni diceritakan melebihi semua anak Pandawa kecuali Antasena yang terbilang setara.

Oleh sebab itu jika kedua tokoh sakti ini dilarang ikut serta dalam Perang Baratayudha di pihak Pandawa, karena akan membuat pertempuran tidak seimbang dan Bathara Guru menganggapnya tidak adil.

Krishna menjadikan mereka tumbal kemenangan Pandawa, menjelang dimulainya Perang Baratayudha, kedua tokoh ini moksa dan kembali ke Kahyangan.

Itulah 7 tokoh pewayangan asli Indonesia dirancang dengan kearifan lokal dan murni ciptaan para leluhur seniman.

Halaman:
1
2
3
4

Editor: adib auliawan herlambang

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temui Aoshima, Pulau Kucing di Jepang

Rabu, 17 Agustus 2022 | 20:50 WIB
X