Bea Cukai Solo Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

- Selasa, 30 November 2021 | 15:14 WIB
Bea Cukai Solo musnahkan jutaan batang rokok ilegal. (Ayo Semarang/Iswara Bagus)
Bea Cukai Solo musnahkan jutaan batang rokok ilegal. (Ayo Semarang/Iswara Bagus)

SOLO, AYOSEMARANG.COM – Bea Cukai Kota Surakarta telah memusnahkan sebanyak 1.811.592 batang rokok ilegal dan jenis lainnya di halaman Kantor Sekda Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa 30 November 2021.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Surakarta, Budi Santoso mengatakan, pelaksanaan kegiatan pemusnahan tersebut adalah hasil kerja sama dengan Pemkab Sukoharjo.

Barang tersebut berupa rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau minuman keras yang tidak memenuhi peraturan perundangan di bidang cukai, serta barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Surakarta yang melanggar ketentuan lartas.

Baca Juga: Dindikbud Demak Tingkatkan Inovasi Guru Melalui Bimtek Sainspreneur

Menurut Budi, pemusnahan barang milik negara tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surakarta selaku pengelola BMN.

"Hasil dari kegiatan pemusnahan ini, tidak lepas dari hasil sinergi antara Bea Cukai Surakarta dengan Satpol PP, Kejaksaan, Polri, TNI, dan para aparat penegak hukum lainnya dalam melakukan penindakan," kata Budi.

Barang yang dimusnahkan, antara lain rokok ilegal sebanyak 1.811.592 batang, minuman mengandung MMEA 1.211 botol, benih tanaman 132 pack, bunga kering satu pack, sextoys 113 buah, obat 76 buah, kondom 13 pack, fishing lures delapan pack, makanan 49 pack, kosmetik 34 pack, pakaian 51 pack, part senjata satu set, peredam senapan satu buah, dan ponsel Redmi Note dua batangan satu buah.

Baca Juga: Bantu Tangani Pasien, PT Cargill Hibahkan Mobil Ambulans ke RSUD Soewondo Kendal

Menurut Budi, untuk rincian barang yang dimusnahkan antara lain berupa Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa rokok dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1.847.823.840. dan total potensi kerugian negara kurang lebih sebesar Rp 1.214.346.349 yang terdiri atas pungutan cukai sebesar Rp 951.085.800 dan pajak rokok sebesar Rp 95.108.580,00 dan PPN HT sebesar Rp 168.151.969.

Sedangkan untuk barang impor yang tidak dipenuhi ketentuan lartasnya, total perkiraan nilai barangnya sebesar Rp 37.886.048,13. Adapun modus pelanggaran yang dilakukan, kata dia, antara lain untuk rokok ilegal yaitu menyediakan untuk dijual rokok yang tidak dilekati pita cukai sesuai dengan ketentuan.

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Bongkar Makam Siswi SD di Grobogan, Ada Apa?

Senin, 17 Januari 2022 | 21:13 WIB
X