PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Luhut : Penerapan PPKM Cukup Terkendali

- Selasa, 30 November 2021 | 15:23 WIB
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Pulau Jawa - Bali, Luhut Binsar Panjaitan. (Istimewa)
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Pulau Jawa - Bali, Luhut Binsar Panjaitan. (Istimewa)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilaksanakan di Jawa-Bali cukup terkendali.

Hal itu dibuktikan dengan jumlah kasus Covid-19 yang terus terjaga pada tingkat yang cukup rendah.

Penurunan kasus konfirmasi ada di angka 99 persen sejak puncak kasus bulan Juli lalu.

Baca Juga: BMKG: Peringatan Dini Banjir Pesisir di Utara Jawa Periode 1 Desember 2021

“Penerapan PPKM yang masih terus dilakukan di Jawa-Bali menunjukkan tren yang cukup stabil,” ujar Luhut, dikutip dari laman resmi Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Marves, Selasa 30 November 2021.

Walaupun tren COVID-19 di Jawa-Bali cenderung stabil, Menko Marves mengungkapkan bahwa saat ini terjadi peningkatan angka reproduksi efektif atau Rt nasional. Untuk Jawa-Bali peningkatannya terjadi 4-5 hari berturut-turut pada periode awal munculnya varian delta.

Baca Juga: Tanam Sayur Gunakan Metode Hidroponik, Siswa SLB Negeri Batang Sudah Tiga Kali Panen

Lebih lanjut Luhut mengatakan, berdasarkan hasil asesmen pada tanggal 27 November 2021 terdapat penambahan 23 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 2 dan sebanyak 8 kabupaten/kota yang masuk ke dalam level 1. Berdasarkan asesmen dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, 10 kabupaten/kota yang kembali ke level 2 di antaranya berada di wilayah Jabodetabek yang terjadi akibat turunnya angka tracing (penapisan) anggota aglomerasi di wilayah Jabodetabek.

Kemudian, berdasarkan hasil survey Google Mobility Jawa-Bali dan Indeks Belanja Masyarakat menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat sudah cukup signifikan dibandingkan data pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 dan mendekati periode libur Idulfitri 2021.

“Oleh karena itu, kita harus berhati-hati terhadap indikasi adanya kenaikan kasus dan mobilitas, terutama menghadapi periode Nataru supaya tidak terulang pembatasan sosial yang ketat,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Pria Pernah Jadi Pacar Putri Tanjung, Siapa Saja?

Rabu, 19 Januari 2022 | 17:22 WIB

Lirik dan Kunci Gitar Lagu Yang Terdalam

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:47 WIB

Hakim Vonis Gaga Muhammad Selama 4,5 Tahun Penjara

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:05 WIB
X