Line Pay Minta Maaf atas Kebocoran Data Pengguna oleh Karyawannya

- Kamis, 9 Desember 2021 | 14:40 WIB
Line Pay meminta maaf atas kebocoran data penggunanya (Pixabay)
Line Pay meminta maaf atas kebocoran data penggunanya (Pixabay)

AYOSEMARANG.COM -- Line Pay yang merupakan platform pembayaran non tunai menyebutkan, sekitar 130.000 data penggunanya bocor di internet.

Adapun kasus kebocoran data pengguna Line Pay telah terjadi selama dua bulan, yakni September hingga November 2021. Atas kejadian ini, Line Pay pun meminta maaf kepada para penggunanya dan publik.

Dalam laporannya, data pengguna Line Pay yang bocor ini akibat kesalahan yang tidak disengaja oleh karyawannya. File yang bocor ini awalnya merupakan program promosi yang diadakan pada Desember 2020 hingga April 2021 lalu.

Dilansir dari Suara dan The Register, Kamis (9/12/2021), kebocoran data ini mencakup lebih dari 51.000 pengguna Line Pay di Jepang serta hampir 82.000 pengguna di Taiwan dan Thailand. Data ini diakses 11 kali selama sepuluh minggu.

Baca Juga: 10 Pencarian Terbanyak di Google Indonesia pada 2021, dari BTS, Sisca Kohl hingga Squid Game

Adapun kategori data yang bocor mencakup tanggal, waktu, jumlah transaksi, nomor identifikasi pengguna, hingga toko. Data penting seperti nama, alamat, telepon, kartu kredit, dan nomor rekening bank tidak terekspos.

Line Pay menyebut sejauh ini tidak ada dampak buruk dari kebocoran informasi yang dilaporkan. Namun, tak menutup kemungkinan data itu bisa diidentifikasi lewat analisis khusus. Perusahaan juga telah mengonfirmasi 11 contoh di mana informasi diakses secara eksternal.

Line Pay turut memperingatkan pengguna bahwa mereka bisa saja menerima pesan mencurigakan dari penipu.

Baca Juga: Easy, Tutorial Ganti Nama Akun Facebook Melalui Ponsel

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

200 UKM Semarang Didorong Naik Kelas

Kamis, 26 Mei 2022 | 20:07 WIB
X