Tertinggi Dalam 15 Tahun, Surplus Neraca Perdagangan RI Capai Rp35,34 Miliar Dolar AS

- Selasa, 18 Januari 2022 | 11:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.  (dok)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (dok)

JAKARTA, AYOSEMARANG.COM – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia semakin membaik usai terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang merebak di berbagai belahan dunia.

Indonesia mengalami surplus sebesar 1,02 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membawa tren surplus kembali dapat dipertahankan sejak Mei 2020 atau selama 20 bulan berturut-turut.

Sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 35,34 miliar Dolar AS. Nilai surplus tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 15 tahun terakhir atau sejak 2006, di mana pada tahun tersebut nilai surplus mencapai 39,37 miliar Dolar AS.

Baca Juga: Ending Layangan Putus Terbongkar, Ini Sinopsis Layangan Putus Episode 10, Aris Gagal Move On?

“Di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu mencatatkan performa impresif pada neraca perdagangan. Kinerja ini akan meningkatkan resiliensi sektor eksternal Indonesia, sehingga semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan masih berlanjut di tahun ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto.

Kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai 231,54 miliar Dolar AS atau tumbuh double digit sebesar 41,88 persen (year-on-year atau yoy). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk crude palm oil (CPO), berhasil mendorong performa ekspor Indonesia. Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 mencapai 32,83 miliar Dolar AS atau meningkat sebesar 58,48 persen (yoy).

Baca Juga: Ganteng Banget, Isyana Sarasvati Sebut Nicholas Saputra Bukan Manusia

Selain CPO, hilirisasi komoditas nikel juga memperkuat performa ekspor Indonesia, dengan pertumbuhan ekspor komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75) mampu tumbuh sebesar 58,89 persen (yoy) menjadi sebesar 1,28 miliar Dolar AS.

Lebih lanjut, dari 10 besar komoditas utama ekspor, komoditas bijih logam, terak, dan abu (HS 26) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 96,32 persen (yoy) menjadi sebesar 6,35 miliar Dolar AS. Diikuti oleh ekspor komoditas besi dan baja (HS 72) yang juga naik signifikan mencapai 92,88 persen (yoy) menjadi senilai 20,95 miliar Dolar AS.

Baca Juga: Kapolda Jateng Copot Kasat Reskrim Polres Boyolali, Ternyata Ejek Korban Pelecehan Seksual saat Lapor

Halaman:

Editor: Iswara Bagus

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X