Tawarkan Investasi Ilegal Pakai Logo LPS, Bakal Berurusan dengan Hukum

- Jumat, 24 Juni 2022 | 21:20 WIB
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Didik Madiyono saat Media Gathering bersama media dari Semarang, Solo dan Yogyakarta di Hotel Alila, Solo, 22-23 Juni 2022. (Dok LPS)
Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Didik Madiyono saat Media Gathering bersama media dari Semarang, Solo dan Yogyakarta di Hotel Alila, Solo, 22-23 Juni 2022. (Dok LPS)

 

SOLO, AYOSEMARANG.COM- Masyarakat diharapkan agar selalu waspada terhadap tawaran investasi ilegal/bodong. Sebab, penipuan dapat terjadi dengan berbagai modus, termasuk diantaranya penipuan tawaran investasi dan/atau penghimpunan simpanan ilegal/bodong yang menggunakan logo LPS dan/atau mengatasnamakan LPS.

Hal ini diungkapkan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Didik Madiyono saat Media Gathering bersama media dari Semarang, Solo dan Yogyakarta di Hotel Alila, Solo, 22-23 Juni 2022.


Didik menegaskan, jika ada oknum di luar perbankan yang menawarkan produk simpanan atau investasi dan mengklaim bahwa produknya dijamin oleh LPS, maka dapat dipastikan itu adalah tidak benar.

Baca Juga: KAMUS SEMARANGAN Ini Arti Kata Mangan Turu, Mangkel dan Mawut di Dialek Semarangan

"Sesuai dengan amanat UU Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, ditetapkan fungsi LPS adalah menjamin simpanan nasabah atau masyarakat pada bank yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, dan bentuk lain yang dipersamakan dengan itu," imbuhnya.

Untuk mencegah masyarakat tertipu dengan investasi dan atau penghimpunan simpanan ilegal/bodong, LPS sigap menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai akun penipuan, antara lain melalui media massa berupa siaran pers untuk disebarluaskan sesegera mungkin, dan juga konten himbauan yang dipublikasikan di website resmi LPS www.lps.go.id dan berbagai platform media sosial LPS.

"Selain penyebaran informasi melalui media massa dan media digital, LPS juga menempuh jalur hukum dan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk memberikan efek jera bagi pelaku atau oknum tersebut. Selain itu, kami mengimbau insan media untuk ikut serta menyebarluaskan informasi tersebut demi menghindari kerugian di masyarakat,” tegasnya.

Didik menambahkan LPS juga berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, sekaligus mensosialisasikan peran dan fungsi LPS. Salah satunya bersama insan media di wilayah Jogjakarta, Solo, dan Semarang kembali mengadakan sharing informasi dan diskusi.

Halaman:

Editor: arri widiarto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Tujuan Keuangan yang Harus Dimiliki Setiap Orang

Jumat, 12 Agustus 2022 | 01:03 WIB

Hari UMKM Nasional: Transformasi Digital Tembus Pasar

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:19 WIB

Pegadaian Dorong UMKM untuk Naik Kelas

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:01 WIB
X